Petik (29)
PEREMPUAN BERHASRAT
“Kerinduan punya anak, hasrat yang paling dalam, lebih dalam daripada hasrat akan kekayaan atau kekasih atau bahkan kematian. Hasrat itu menyesakkan udara dalam tokoku, ungu seperti sebelum badai datang. Menyebarkan bau petir. Bau hangus. Oh, Lalita yang belum jadi Lalita, aku punya obat untuk lukamu. Tetapi, bagaimana aku bisa melakukannya kalau kau tidak mempersiapkan dirimu, membuka dirimu terhadap badai? Bagaimana kalau kau tidak meminta? Sementara itu aku memberimu kunyit.”
(Chitra Banerjee Divakaruni, Penguasa Rempah-Rempah, Gramedia, 2003)
KURUNGBUKA.com – Seorang perempuan yang mendatangi toko. Ia sudah mengerti apa yang dilihat. Ia pun menyadari hanya sedikit kata terucap. Di toko yang menjual rempah-rempah, ia bukan pembeli yang boros atau menginginkan banyak. Sosok yang tampak sendu dan ucapan-ucapannya mengesankan keinginan-keinginan yang tidak pernah tergamblangkan. Di toko yang “dikuasai” rempah-rempah, perempuan itu sebenarnya bisa terjelaskan melalui tanda-tanda yang dibawanya. Ia memerlukan rempah-rempah untuk dirinya yang menanggung banyak masalah.
Yang berada di toko adalah sosok yang terlalu paham rempah-rempah, yang berharap mengisahkan manusia-manusia yang datang dengan rempah-rempah. Pada tampilan manusia dan bahasanya, kebutuhan akan ketenangan, kebahagiaan, kesembuhan, dan kerukunan dapat dijawab melalui pilihan rempah-rempah. Yang dimengerti adalah rempah-rempah selalu bisa menjawab meski yang datang tidak pernah menyadarinya.
Maka, perempuan yang datang dengan irit kata dan kepentingan itu mudah diceritakan sedang bermasalah dalam dirinya. Ia memiliki hal-hal yang ingin terwujud tapi terhambat dan “terlarang” oleh suami. Kebiasaan masa lalu terhenti dengan dalil-dalil yang menimbulkan kecewa dan tekanan. Pada saat ia berada dalam toko rempah-rempah, ia masih merasa takut dan sungkan untuk terhubung segala keajaiban dan khasiat.
Yang terbaca: perempuan itu ingin punya anak. Di rumah, ia sudah keseringan sepi dan murung. Ia berharap hidup berubah gara-gara anak. Yang diinginkan tidak mampu dinyatakan secara jelas dalam jalinan suami-istri. Kehadirannya di toko, yang suasananya berbeda dengan rumah, semestinya memberi kemungkinan untuk menjadi diri yang mengungkapkan hasrat-hasrat.
Chitra Banerjee Divakaruni mengisahkan hasrat perempuan memiliki anak. Pembaca menginsafinya sebagai hasrat berdasarkan kodrat. Namun, situasi dan dalil kadang berubah saat abad XX memberikan pilihan-pilihan, yang tidak meneruskan jalur para leluhur. Perempuan yang hamil dan melahirkan memiliki kebahagiaan atas deretan derita dan pengorbanan. Peristiwa itu sekadar terbayangkan secara tidak lengkap oleh Lalita. Ia yang berhasrat sekaligus menekannya. Akan yang diharapkan bukti kebahagiaan tetap terangankan, yang kadang samar dan menghilang.
Tokoh yang membandingkan hasrat-hasrat. Benarkah hasrat memiliki anak mengalahkan hasrat-hasrat yang lain. Di hadapan rempah-rempah, perbandingan yang dibuat seperti meminta kebenaran yang awet. Di dunia, anak-anak yang dilahirkan membawa pesan-pesan yang membuat dunia terus memiliki cerita. Namun, yang menghasratkan anak paham bahwa dunia makin keras, rumit, dan amburadul. Anak yang lahir dan bertumbuh di dunia tidak indah dan ramah bakal sengsara.
Yang ingin diajukan dalam novel adalah masalah-masalah yang dihadapi perempuan dapat diladeni dengan rempah-rempah. Kedatangan ke toko sebenarnya dapat menentukan rempah-rempah yang diperlukan. Suasana batin dan suasana toko belum selaras, yang mengakibatkan penyembunyian dan sungkan.
Pemberian kunyit sudah melalui pengamatan dan tafsiran. Kunyit itu berkhasiat. Pelajaran kuno telah menyatakan kunyit untuk beragam kepentingan, yang biasa terbukti tanpa bantahan. Pemberian yang tulus dan diam-diam itu membuat pembaca pantas terharu sambil membayangkan Lalita yang menemukannya saat tiba di rumah. Ia yang berhasrat tapi tidak membahasakannya mendapat kunyit, yang memicu tanya. Yang kita baca adalah perempuan dan rempah-rempah, yang menjadikan hidup adalah pertanyaan yang terjawab,
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<







