MENEMPELI TULANG IGAKU
bangsal ini kulit putih
dan bersih yang sakit
menempeli tulang igaku
kutanya malaikat
ke mana? ke mana?
ke mana perginya tujuku
jika kesembuhan bukan milikku
selamanya aku akan pincang
berkelahi dengan akal sendiri
dan kembali ke bangsal ini
menunggu surat dari orang tua
meninggalkan kekasih selamanya
dimata-matai kematian
di sisa nyawa.
(RSCM, 2025)
***
5/8
kaca kamarku redup
dunia seperti menggonggong
di wajahku
kaca film ini
membatasi napas
menahan matahari
yang ingin sekali kutatap
tanpa ketakutan
aku ingin udara yang jujur
hidup tanpa dihidupi sayatan
ingin keringat yang bebas
musik yang memeluk kedua telingaku
tanpa takut dimarahi tuhan
kapan bangsal ini melepasku?
aku merindukan masakan ibu
dan pelukan bapak
yang tak pernah menuntutku hebat
aku masih menunggu pulang.
(RSCM, 2025)
*) Image by istockphoto.com













