“Bahkan, sepagi ini, orang-orang sudah berjubelan di rumah judi. Gerombolan biadab dan serakah! Aku susah payah merangsek maju ke tengah ruangan dan berhasil mendapat tempat tepat di sebelah bandar. Awalnya, aku mulai bermain dengan malu-malu, hanya mempertaruhkan dua atau tida koin. Aku bermain sembari memperhatikan dan mencatat. Walau menurutku perhitungan itu kecil artinya dalam permainan dan tidak sepenting dengan sebagian besar penjudi. Mereka duduk dengan sehelai kertas penuh garis-garis, mencatat setiap angka yang muncul, menghitung, menyimpulkan peluang, menimbang-nimbang lagi, akhirnya memasang taruhan. Dan, kalah. Toh, nasibnya tidak ada bedanya dengan orang-orang biasa yang bermain tanpa perhitungan.”
(Fyodor Dostoevsky, Sang Penjudi, Kakatua, 2023)
KURUNGBUKA.com – Pagi bukan berarti kerja. Yang terbiasa meninggalkan rumah saat pagi dimengerti sedang bekerja di suatu tempat. Orang yang bekerja memiliki harapan-harapan di permulaan hari. Artinya, bekerja menghasilkan gaji, selain kepuasan dan tantangan. Maka, pagi yang dimiliki orang yang bekerja diinginkan sebagai semangat dan keberhasilan. Namun, pagi bukan cuma milik orang yang bekerja di kantor, pabrik, atau perusahaan. Pagi pun milik penjudi.
Yang disampaikan pengarang Rusia itu tidak usah membuat kita terkejut. Pagi, hari yang diawali dengan nafsu mendapat uang banyak. Pemenuhannya bukan melalui pekerjaaan atau perdagangan, yang membuat perolehan uang memiliki arti. Yang dipilih adalah mempertaruhkan uang untuk mendapat uang yang lebih banyak. Paginya penjudi seolah pagi yang diharapkan dilimpahi keberuntungan. Penjudi menginginkan pagi yang baik, bukan pagi yang berisi kesialan dan kekalahan besar.
Bagaimana judi dalam alur waktu, yang tidak perlu menyesuaikan pagi dengan kepentingan umum bernalar kerja? Para penjudi memiliki pemahaman waktu yang sangat berbeda dengan orang-orang biasa. Baginya, waktu kadang tidak harus dikenali bila permainan sangat seru. Artinya, yang terikat dengan permainan bisa kehilangan pengalaman waktu. Semua kadang disokong oleh suasana ruangan dan penggunaan lampu, yang tidak memungkinkan melihat dunia luar.
Jadi, pagi dan judi bukan keanehan. Kita mengetahuinya melalui novel, yang tokoh-tokohnya sangat menginginkan uang. Cara mendapatkannya tidak menunggu waktu yang lama. Yang dilakukan adalah pasang taruhan sambil bermimpi menang besar. Kalah sudah lumrah. Namun, kemenangan yang diincar menuntut keseriusan. Di luar ketegangan dan kecewa, penjudi masih punya keinginan mendapat sejenis “mukjizat” agar sempat menang.
Judi itu peristiwa yang gampang? Kita biasa melihat para penjudi yang berkerumun memiliki tampang yang menjelaskan kesungguhan ketimbang “kengawuran”. Mereka bermain logika. Yang diceritakan dalam novel adalah usaha membuat pengamatan dan catatan. Berjudi berarti berpikir. Apakah itu mencukupi untuk terhindar dari kalah? Padahal, yang dicari adalah kemenangan tapi mengetahui bahwa kalah dan kalah sering terjadi. Catatan yang dibuat bukan mengesahkan kekalahan tapi dipercayai mampu memberi “sedikit” jawaban atas nafsu kemenangan.
Beberapa penjudi dalam kerumunan tidak ingin terlihat bodoh. Mereka mungkin asal-asalan pasang taruhan tapi menampilkan diri yang terhormat. Yang tersenyum atau murung masih menjelaskan taktik yang sedang dibuktikan walau kalah-kalah terketahui oleh yang lain. Saling melihat dan berusaha memamerkan kemenangan menimbulkan gejolak-gejolak yang menjadikan perjudian makin seru. Maka, berjudi jarang hanya dalam waktu yang sesaat.
Apakah kalah itu takdir? Yang pagi-pagi sudah berjudi justru sedang membuat takdir lain. Kemenangan itu puncak dari gairah dan lelah dalam perjudian. Pada saat berjudi, mereka ingin mendapat pengakuan, yang nantinya membuat berjudi itu lestari setelah lahirnya cerita-cerita heboh. Judi memberi sisa-sisa janji kemenangan tapi selalu diperebutkan tanpa bisa menghapus jejak-jejak kekalahan.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<











