KURUNGBUKA.com – (08/01/2024) Pada tahun 2003, pengarang itu mencapai ketenaran. Yang membuatnya menjadi pusat perhatian adalah novel berjudul The Da Vinci Code. “Keberuntungan berubah secara dramatis,” ungkapan yang diberikan Lisa Rogak (2006). Di dunia, nama Dan Brown melangit. Di pelbagai acara, ia tak lagi seperti dulu.

Lisa Rogak mendeskripsikan: “… dia disambut dengan cara yang sama seperti umumnya selebritas atau bintang rock: dengan gerombolan penggemar yang menjerit-jerit, mengantre di sepanjang blok, dan semua orang mendengarkan setiap patah katanya.” Lelaki yang membawa takdir besar. Ia berada dalam sejarah perbukuan yang bergolak, yang sulit terulang lagi.

Ia memperoleh semuanya. Penulis novel yang menjadi pujaan di dunia. Hari-harinya makin ramai dengan segala tanggapan: lisan dan tulisan. Kita yang berada di Indonesia membaca novelnya dalam edisi terjemahan, yang berjarak agak jauh dari riuh di Eropa dan Amerika Serikat.

Kita memang membayangkan Paris atau Eropa dan Amerika Serikat tapi tidak pernah menduga akan keranjingan berimajinasi seni, kota, dan agama setelah membuka halaman-halaman The Da Vinci Code. Ribuan pembaca di Indonesia tidak ada janji manis untuk bisa bertemu dengan Dan Brown.

Novel yang laris ditambahi novel-novel lainnya untuk dibaca jutaan orang. Beberapa novel yang lebih awal ditulis dan terbit “mengikut” di belakang The Da Vinci Code. Di Indonesia, para pembaca pun memiliki koleksi beberapa judul novel Dan Brown. Yang membaca terjemahan-terjemahan saja sudah merasa terhubung dengan dunia yang menempatkan Dan Brown sebagai pujaan.

(Lisa Rogak, 2006, Dan Brown: a Biography, Bentang)

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya terbaik penulis di Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<