KURUNGBUKA.com – Di Aplikasi streaming Netflix, serial Money Heist memiliki 5 season. Rupanya, hal itu belum cukup untuk memenuhi dahaga penggemarnya. Di tahun ini, Netflix kembali merilis serial berjudul Berlin, prekuel spin-off dari Money Heist. Nama Berlin alias  Andrés de Fonollosa (Pedro Alonso) sendiri salah satu karakter di serial spanyol berjudul La Casa de Papel, yang versi internasional lebih dikenal dengan judul Money Heist itu.

Serial Berlin ini berlatar pada masa sebelum terjadinya peristiwa perampokan di serial Money Heist. Berlin belum bergabung dengan tim Professor (Alvaro Morte). Ia diceritakan memiliki komplotan perampoknya sendiri, dan fokus ceritanya berpusat pada Berlin yang terobsesi dengan pencarian cinta sejati.

Sembari memimpin perampokan permata senilai 44 juta dolar di rumah lelang terbesar dan paling bergengsi di Paris, Berlin diam-diam malah kepincut dengan istri si korban yang memegang kunci rumah lelang.

Berlin akhirnya bertemu dengan Camille (Samantha Siqueiros) dan jatuh cinta dalam sekejap. Alih-alih fokus pada perampokan, Berlin justru berupaya meluluhkan hati Camille hingga mereka menjadi sepasang kekasih. 

Di saat bersamaan, anggota perampok lainnya seperti Keila dan Bruce, serta Cameron dan Roi, masing-masing terlibat dalam kisah asmara yang sunyi. Begitu pula dengan Damián, yang mengalami patah hati terbesarnya setelah ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya selama 25 tahun. 

Berbeda dengan serial Money Heist yang fokus dengan bagaimana polisi menangani kasus perampokan dan mendalami trik-trik yang dipakai saat merampok, di serial Berlin ini lebih banyak mengupas kisah percintaannya. Sayangnya, bagi saya serial 8 episode ini kurang berhasil mencuri simpati saya sebagai penonton untuk peduli kepada kehidupan karakter tertentu.

Ketika menyaksikan serial Money Heist, saya berpihak kepada Professor, Tokyo, dan Nairobi. Perseteruan antara warga sipil, pihak keamanan, dan para perampok pun terbangun dengan sangat baik, termasuk bagaimana latar belakang kisah dari masing-masing karakternya. Di serial Berlin, hal tersebut kurang terekspose dengan baik. Kita tidak disuguhkan latar belakang karakter dengan terperinci, sehingga kita kurang into terhadap kehidupannya.

Eskalasi konfliknya pun tidak begitu tinggi, yang jelas ketika perampok mengalami kesulitan pasti akan mudah meloloskan diri, ada saja jalan untuk terbebas seolah-olah terjadi keberpihakan tunggal si sutradara atau penulis skenario. Di Money Heist, emosi kita diaduk-aduk dan ketegangan berhasil dirasakan lantaran ada tarik ulur keberpihakan antara kebenaran dan kejahatan, semua pihak memiliki kesempatan untuk menang.

Terlepas dari itu, ada satu hal yang mengobati rindu kita kepada pemain Money Heist. Yakni kemunculan Raquel Murillo (Itziar Ituño) dan Alicia Sierra Montes (Najwa Nimri). Walaupun memiliki screen time terbatas, namun duo inspektur andalan Money Heist ini kembali bersatu diikuti dengan kehadiran inspektur utama, Lavelle, yang berupaya mengungkap kejahatan di balik perampokan permata senilai 44 juta dolar.

Sebagai hiburan, kisah perjalanan hidup Berlin sebelum bergabung dengan tim Professor ini cukup seru, walaupun belum bisa melampaui keberhasilan serial Money Heist.

Score: 7,5/10.

Image by IMDb.com

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya terbaik penulis di Indonesia dan membagikan berita-berita yang menarik lainnya. >>> KLIK DI SINI <<<