KURUNGBUKA.com, CILEGON – Atlet pencak silat Madrasah Al-Khairiyah Karangtengah berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan memborong sejumlah medali dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Tahun 2025. Kejuaraan tersebut digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Turnamen ini memperebutkan Piala Ketua KONI Jakarta Timur dan Ketua IPSI Jakarta Timur, serta diikuti oleh atlet-atlet dari berbagai daerah. Dalam ajang bergengsi tersebut, kontingen Madrasah Al-Khairiyah Karangtengah sukses membawa pulang total tujuh medali, terdiri atas empat medali emas dan tiga medali perunggu.

Atlet yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang turut berpartisipasi dalam kejuaraan ini antara lain Salsabilah, Maura Khansa C., Nurbaiti Batiniah, dan Harun Ar-Rasyid. Sementara itu, atlet dari jenjang Madrasah Aliyah (MA) yang ikut bertanding yakni Fardan Wildan, Wahyu Saputra, Nadila Sakifa, dan Miftahul Ulum.

Empat medali emas diraih dari kelas J Putri, kelas E Putri, kelas G Putra, dan kelas B Putra. Adapun tiga medali perunggu diperoleh dari kelas F Putri, kelas B Putri, dan kelas E Putra.

Pelatih Tapak Suci Madrasah Al-Khairiyah Karangtengah, Fakih Hasan, mengaku bersyukur dan bangga atas capaian yang diraih para atlet binaannya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan proses latihan yang konsisten.

“Kami tentu sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Perolehan medali ini menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, serta semangat juang para atlet. Hasil ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan prestasi di kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” ujarnya.

Fakih menjelaskan bahwa kunci keberhasilan tim Tapak Suci terletak pada kedisiplinan latihan, kekompakan tim, serta mental bertanding yang kuat. Selain itu, dukungan dari pihak sekolah, orang tua, dan manajemen Tapak Suci Al-Baqo turut berperan besar dalam menjaga motivasi para atlet.

“Persiapan kami lakukan sekitar dua bulan sebelum pertandingan, meliputi latihan fisik, teknik, strategi, hingga penguatan mental. Tantangan terbesar saat bertanding adalah menjaga fokus dan kondisi fisik di tengah persaingan yang ketat,” tambahnya.

Ia juga berpesan kepada para siswa agar tidak takut berproses dalam meraih prestasi. “Prestasi tidak datang secara instan. Diperlukan latihan yang konsisten, disiplin, dan doa. Tetap rendah hati saat menang dan jadikan kegagalan sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik,” tutup Fakih Hasan. (Kin/Dhe)