KURUNGBUKA.com, TANGSEL – Kamis (04/02/2026) ini SMP Islam Al-Azhar BSD kembali membuat gebrakan di dunia pendidikan. Setelah sebelumnya murid-murid berhasil membawa pulang berbagai prestasi baik di tingkat Nasional dan Internasional, kini SMP Islam Al-Azhar BSD disibukkan dengan kegiatan studi banding ke luar negeri. Studi banding ini kerap dilakukan, namun berbeda negara di setiap tahunnya. Dalam kesempatan kali ini, studi banding yang dilaksanakan oleh SMP Islam Al-Azhar BSD adalah mengunjungi salah satu sekolah Islam yang ada di Negeri Sakura, Jepang, yakni Al Sanad School Japan.
Kepala SMP Islam Al-Azhar BSD menyampaikan dalam sambutannya, “Kami merasa sangat terhormat dapat belajar dari sekolah Islam internasional di Jepang, sebuah negara yang dikenal dengan kedisiplinan, sikap saling menghormati, berinovasi, serta berkomitmen kuat terhadap dunia pendidikan”, ujar Dede Riki, M.Ag.
Menarik dari apa yang disampaikan oleh Bapak Dede Riki, M.Ag., selaku Kepala SMP Islam Al-Azhar BSD bahwa pada hakikatnya pemilihan Al Sanad School Japan menjadi tujuan studi banding bukan tanpa alasan, melainkan memang sengaja dipilih karena Al Sanad School Japan menjadi salah satu sekolah yang terkenal dengan sopan santun, kemandirian, tanggung jawab sosial, dan kedisiplinan yang tinggi di Jepang. Budaya positif itulah yang menjadi daya tarik untuk dipelajari, dan nantinya akan diterapkan dan ditingkatkan penerapannya di tanah air.
Pada kesempatan studi banding ini, banyak hal yang dipelajari murid-murid SMP Islam Al-Azhar BSD, kegiatan dimulai dari berbagi pengalaman bagaimana cara menanamkan karakter-karakter positif, memperkuat nilai-nilai antar pelajar, serta menumbuhkan sikap saling pengertian.

Setelah selesai berbagi pengalaman, kegiatan dilanjutkan dengan mengamati sistem akademik, pengajaran, kegiatan belajar mengajar, dan fasilitas sekolah, hingga diakhiri dengan kesempatan mencoba berbagai permainan tradisional yang ada di Jepang.
Di akhir kunjungannya, Kepala SMP Islam Al-Azhar BSD menyatakan harapan dari kegiatan studi banding ini bagi kemajuan dunia pendidikan, bahwa pendidikan di abad ke-21 harus mampu menjadikan murid-murid memiliki pola pikir yang terbuka, memiliki pengetahuan yang lebih luas sehingga kedepannya mereka siap untuk membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa lebih maju lagi.
“Kami meyakini bahwa pendidikan abad ke-21 harus mampu mempersiapkan murid menjadi warga dunia yang berpengetahuan luas, berpikiran terbuka, dan menghargai perbedaan budaya, sehingga mereka semua siap menjadi generasi yang dapat membuat bangsanya menjadi lebih maju,“ tandas Dede Riki M,Ag. (rls/dhe)













