“Di semua wilayah yang mereka datangi sekarang, mereka mendapati orang-orang Eropa datang sebelum mereka dan telah menempatkan tentara dan pejabat yang mengatakan kepada semua orang: mereka datang untuk menyelamatkan orang-orang dari musuh yang hanya berusaha menjadikan mereka sebagai budak… Para pedagang berbicara tentang orang Eropa dengan kagum, terpesona oleh kegarangan dan kebengisannya. Mereka menguasai tanah terbaik tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun, memaksa orang-orang untuk bekerja bagi mereka dengan tipu muslihat ini dan itu… Pajak untuk ini, pajak untuk itu. Kalau tidak, hukuman penjara bagi yang melanggar atau hukuman cambuk, bahkan hukuman gantung. Hal pertama yang mereka bangun adalah penjara, dilanjutkan gereja, lalu bangunan pasar agar mereka bisa mengawasi jual-beli dan memajakinya.”
(Abdulrazak Gurnah, Paradise, Hikmah, 2007)
KURUNGBUKA.com – Yang membaca novel-novel dari pelbagai negara menemukan gagasan dan imajinasi tentang Eropa. Di Asia, novel-novel yang bermunculan biasa menguak kolonialisme. Di Afrika, penulisan novel-novel pun mampu mengisahkan kolonialisme. Yang menjadi sasaran adalah Eropa. Ketetapan yang dibentuk selama ratusan tahun: Eropa menjadi sumber kolonialisme, yang berlaku di Asia dan Afrika. Padahal, kolonialisme pun bisa diceritakan secara unik dalam perkembangan sastra di Amerika Latin.
Mengapa terjadi kaitan Eropa dan kolonialisme? Yang mau menemukan jawaban dapat membaca ratusan buku sejarah dan biografi. Pilihan membaca novel-novel pun memungkinkan memasuki lakon kolonialisme, yang terjadi dalam waktu yang panjang. Maka, gagasan dan imajinasi tentang Eropa biasanya mula-mula kolonialisme disusul hal yang lain-lain.
Di novel Paradise, pembaca menemukan kehadiran dan kekuasaan Eropa di Afrika. Penyebutan kekuasaan Eropa itu dibuktikan adanya tentara dan pejabat. Jadi, orang-orang Eropa ke Afrika bukan bertamasya. Mereka mempunyai daftar kepentingan, yang inginnya semua diwujudkan. Yang datang itu tidak ingin dilawan atau diganggu. Kehadiran yang sangat mengubah arah sejarah.
Abdulrazak Gurnah memberi novel, bukan esai panjang. Namun, yang terbaca adalah citaras esai untuk membuka masa lalu Afrika. Yang dicantumkan adalah Eropa, yang mudah berkuasa melalui sosok-sosok yang memiliki keyakinan besar ditambah “keangkuhan” tanpa tanding. Pembaca menyadari Eropa adalah “segalanya”. Di Afrika, orang-orang Eropa mencipta “sejarah” menurut kehendak mereka, yang menodai dan menghancurkan sejarah yang disusun penghuni Afrika, sejak berabad-abad lamanya.
Eropa yang dikagumi sekaligus dibenci. Kekuatan dan pesona Eropa memang lazim menimbulkan ketakutan, keributan, dan kepatuhan. Yang menata kekuasaan di Afrika sudah menghitung segala Tindakan dan risiko-risikonya. Jumlah orang Eropa sedikit tapi cara mereka menciptakan ketertiban dan penghukuman menimbulkan otoritas yang nyaris tanpa batas. Artinya, otoritas itu selalu membuat Eropa menang. Buktinya adalah “memerintah” sesuai nafsu yang mengeruk untung sebesar-besarnya.
Yang diceritakan oleh pengarang itu kebenaran dalam sejarah. Kekuasaan Eropa tegak melalui pendirian penjara, gereja, dan pasar. Pembaca mungkin bingung mencari kaitan, bukan urutan. Eropa memang tidak sedang menggelar pementasan drama. Kolonialisme diselenggarakan dengan pertimbangan dan akibat-akibat, yang memerlukan dana, senjata, bahasa, dan lain-lain.
Nafsu besar Eropa menimbulkan kewajiban yang mencekik: pajak. Apakah pajak yang membuat kolonialisme makin membesar dan mengerikan? Di Afrika, kehadiran dan kekuasaan Eropa itu memberi tipu muslihat. Namun, ada babak-babak yang menjadikan Afrika memahami kemodernan setelah segala paksaan dan godaan Eropa.
Yang membaca novel, mengerti kolonialisme. Sejak awal abad XX, novel-novel bermunculan membawa lakon kolonialisme. Pada masa setelah Perang Dunia II, makin banyak novel yang terbit membuka tabir sejarah kolonialisme. Lumrah para pengarang di Asia dan Afrika getol menilik sejarah, mengisahkannya tanpa jebakan penafsiran secara hitam dan putih.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<













