Di saat aku terbangun dari tidurku, aku melihat bahwa hari ini sedang hujan. Aku pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan mengumpulkan nyawa. Saat mukaku sudah segar dan nyawa sudah terkumpul, aku pergi ke kasurku untuk bermain handphone. Saat hendak jalan ke kasur, aku melihat sebuah cahaya warna-warni yang membuatku terpana oleh keindahannya. Di saat itu aku terpaku. Aku tidak tahu apa itu. Aku bergegas mencari apa cahaya warna-warni itu dan dari mana asalnya.
Setelah aku mencari begitu lama, sampai hujannya sudah reda, aku baru mengetahui bahwa cahaya itu bernama pelangi. Aku terbingung bagaimana itu bisa terjadi. Aku berusaha mencari tahu mengapa itu bisa terjadi.Ternyata, Pelangi itu terjadi karena pembiasan, pemantulan, dan penyebaran cahaya matahari oleh tetesan air hujan di udara.Dan aku sungguh terkejut dengan peristiwa indah ini. Tiba-tiba, muncul ideku yang mungkin tak masuk akal, yaituuuu, Yaa! Aku akan mencari ujung dari pelangi karena aku terpukau dengan keindahannya jadi aku sangat penasaran dan ingin mencari tahu lebih dalam lagi tentang pelangi.
Seminggu kemudian, aku menunggu hujan turun lagi supaya pelangi itu muncul kembali. Tak lama selepas aku mengucap itu, aku mendengar kalau di luar rumah sudah mulai turun hujan. Lama kelamaan hujan semakin deras. Aku menunggu hujan reda dan mencari dimana ujung pelangi itu. Tak lama setelah hujan reda, pelangi warna-warni itu muncul kembali.
Aku bergegas pergi untuk mencari di mana ujung pelangi itu. Sudah lama aku pergi untuk mencari, namun aku tidak dapat menemukan ujung pelangi. Aku pulang ke rumah dengan keadaan kecewa, karena tidak mendapatkan ujung pelangi.
“Walaupun aku tidak berhasil hari ini, aku berjanji pasti akan bisa menemukannya di lain hari. Aku pasti mendapatkannya. Aku tidak akan menyerah,” ucapkuteguh di saat sudah dirumah.Setelah aku tenang, aku mulai memikirkan cara untuk bisa sampai ke pelangi.
Saat kecil, aku ingin sekali menemukan pelangi. Karena itua dalah keindahan misterius berwarna cantik yang ingin sekali kutemukan ujungnya, lalu aku akan naik ke sana dan menikmati keindahan tersebut. Kini, aku bakalan capai mimpiku itu untuk ke pelangi. Aku melihat jam menunjukkan pukul 22:00 WIB. Setelah itu aku lanjut tidur karena sudah mulai larut malam.
Saat terbangun dari tidur, aku tersadar bahwa aku sedang berada di dekat pelangi. Aku terpaku, melihat keindahan yang sangat indah itu. Baru pertama kali aku melihat pemandangan seperti ini. Aku menelusuri pelangi itu. Berjalan langkah demi langkah kulalui dengan pemandangan indah tersebut.
Saat aku terhenti di atas puncak pelangi, aku melihat suatu portal yang tak tahu ke mana arahnya. Perlahan aku menyentuh portal itu, aku hanya bingung. Lalu kumasukkan kaki kananku ke dalam portal. Saat aku mulai masuk ke dalam portal itu. Aku terbangun dari mimpiku yang indah. Ya, lagi dan lagi, karena aku sangat suka dengan pelangi. Malah terbawa ke dalam mimpi.
Aku pergi ke kamar mandi. Mencuci muka. Setelah itu, aku melihat cuaca di luar sedang mendung, mau hujan. Aku sangat menantikan hujan datang ke tempat tinggalku. Karena, aku sangat ingin sekali melihat pelangi secara langsung. Aku kembali ke tempat tidur. Aku tak tahu apa yang akan kulakukan. Aku hanya melamun, termenung sendirian. Tak lama aku dengar bunyi rintik hujan turun perlahan. Cukup menenangkan hati. Aku bahagia karena hujan itu adalah pertanda bagus untuk aku mencari ujung pelangi.
Saat hujan berhenti, mulai terlihat nikmat dunia yang indah itu.Ya, pelangi. Aku bergegas mencari ujung pelangi. Langkah demi langkah kuikuti arah pelangi itu. Dengan kepala yang tak henti mendongak melihat arah pelangi. Sampai di mana saat aku melihat langit bahwa pelangi itu semakin dekat dengan keberadaanku. Aku berlari sekencang mungkin untuk mendapatkan pelangi itu. Aku melihat ke depan. Dan akhirnya, yang berada di hadapanku adalah pelangi yang kucari selama ini.
Aku mendekatinya dan menyentuhnya secara perlahan. Tak lama dari itu, datanglah sekelompok bidadari cantik menjemput aku. Mereka membawaku ke atas pelangi. Aku hanya terdiam dan tak dapat berkata-kata. Aku mencubit tanganku. Aku merasakan sakit. Ternyata benar, ini benar-benar nyata. Aku sedang tak bermimpi lagi.
Sudah sampai puncak dari pelangi itu. Aku melihat sekeliling. Aku tercengang melihat pemandangan yang benar-benar indah itu. Aku pergi ke puncak tertinggi pelangi. Aku berteriak sangat kencang dengan perasaan bangga. Saat itulah aku pertama kali ke pelangi. Dan menggapai mimpiku. Aku melompat-lompat di atas warna-warni pelangi.
“Bruk!!!”
Aku terjatuh di lantai. Ada nyeri yang menyadarkanku, ternyata aku bermimpi lagi tentang pelangi.
*) image by istockphoto.com












