KURUNGBUKA.com – Anak-anak itu lugu dan jujur. Pemahaman yang tidak sepenuhnya benar. Keluguan memang khas bagi anak-anak yang sedang bertumbuh. Sifat jujur pun dimiliki tapi tidak mudah untuk terus konsisten bila berhadapan dengan orang dan situasi yang berubah. Yang diinginkan adalah jujur. Konon, jujur demi kebaikan, keadilan, kerukunan, dan lain-lain.
Pada akhirnya, anak-anak pernah berbohong. Kita tidak boleh menuduhnya sebagai kebiasaan. Kebohongan yang dilakukan jika ketahuan dan mendapat hukuman mungkin bisa disembuhkan. Artinya, anak-anak tidak lagi mengulangi berbohong. Yang diperlukan adalah hukuman dan janji. Hukuman yang berat dan menyakitkan kadang manjur. Namun, anak yang salah mengerti dengan hukuman kadang malah keranjingan berbohong.
Yang sulit dimengerti bagi anak adalah mengutamakan jujur atau menghindari bohong. Dua perkara yang memang mengharuskan pilihan sebelum adanya dampak-dampak. Maka, anak yang suka jujur berarti terhindar dari bohong. Anak yang berpikir agar tidak berbohong justru rawan tergoada: mengabaikan kejujuran.
Di novel Little Men (2011), Louisa May Alcott mengenalkan anak-anak yang sempat berdebat tentang bohong dan jujur. Perdebatan memanjang dalam masalah akibat, hukuman, tobat, dan lain-lain. Anak bernama Nat dalam renungan setelah mendengar tuturan: “Kau tidak bisa terlalu berhati-hati karena itu pikirkan ucapanmu, matamu, dan tanganmu. Kita mudah sekali mengatakan, melihat, dan melakukan ketidakjujuran.”
Nat mengerti pernah berulang kali berbohong. Padagal, ia sadar bahwa jujur itu baik dan indah. Jujur menghindarkan dari banyak masalah. Nat sadar jika bersikap jujur itu tidak mudah. Berbohong kadang mudah tapi rumit akibatnya, yang memungkinkan muncul kebohongan-kebohongan lain.
*) Image by Theotraphi
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<













ulasan yang sangat bagus, dari ulasan tadi kita bisa tahu bahwa sebelum kita menuduh atau memberikan pembelajaran bagi anak kita kita harus lebih mengenalinya terlebih dahulu apakah dia cocok dengan metode hukuman keras atau cenderung lebih patuh jika di nasehat dengan suara rendah,sangat menginspirasi, sangat mudah di fahami dan juga sangat benar adanya