KURUNGBUKA.com – Anak yang bertumbuh di keluarga tidak dijamin merasakan bahagia. Ia mungkin memiliki derita. Pengasuhan dari bapak dan ibu sulit sempurna. Anak yang mengalami hari-hari hanya bersama bapak atau ibu bakal merasa tidak lengkap. Derita yang ditanggungnya dapat berkepanjangan. Anak itu bakal belajar menjawab kesepian, terasing, atau bingung melalui kata dan perbuatan.

Maka, kita diminta memberi perhatian terhadap anak yang tanpa pengasuhan komplet. Anak kadang nakal. Anak biasa melakukan hal-hal yang menimbulkan masalah-masalah rumit. Kondisi itu mengakibatkan anak mudah dimusuhi masyarakat. Anak yang dapat terpinggirkan. Di novel berjudul Little Men (2011), Louisa May Alcott mengenalkan anak yang berusaha mengatasi masalah dan membentuk dirinya dalam asuhan yang tidak lengkap.

Anak perempuan itu bermasalah! Di mata orang lain, anak itu menyulitkan meski banyak yang tidak tahun usahanya untuk bahagia. Yang diceritakan, anak perempuan itu “memusuhi” anak lelaki. Kita ikut memikirkan sikapnya: “Sayang sekali, kau benci anak laki-laki karena mereka bisa sangat baik dan sangat menyenangkan kalau mereka mau.” Yang dianjurkan adalah tidak mudah mengecap seseorang. Peringatan pula mengenai karakter yang dimiliki seseorang tidak semuanya dapat dimengerti.

Bergaul bersama teman-teman sebaya itu perlu. Namun, anak perempuan itu tampak membatasi atau membuat garis pemisah jika bergaul dengan anak lelaki. Sikapnya tidak salah tapi mengandung “gagal paham”. Ia semestinya membuka diri meski dampak-dampak pengasuhan dalam keluarga tetap ternyatakan. Yang sulit ditanggulangi adalah pandangan orang lain tentang anak perempuan itu nakal, bermasalah, dan tertutup.

*) Image by Theotraphi

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<