“Tatkala Ugwu mengambil sejumlah daun palem di seberang tangga, dia berhenti untuk mengintip ke dalam salah satu ruangan kelas. Panci-panci masak, tikar-tikar tidur, kopor-kopor logam, dan tempat tidur dari bambu membuat ruangan itu berantakan sampai tidak terlihat seperti pernah menjadi apa pun selain rumah bagi beraneka kelompok orang yang tak punya tempat tujuan lain.”
(Chimamanda Ngozi Adichie, Half of a Yellow Sun, Hikmah, 2008)
KKURUNGBUKA.com – Kita berimajinasi ruang dan benda-benda, selain manusia. Perang dan bencana biasa membuat pemahaman dan pemaknaan ruang-ruang cepat berubah. Semula, yang dimengerti secara sewajarnya tiba-tiba berubah akibat mendesak atau darurat. Perubahan itu tidak terlalu memerlukan rencana atau pertimbangan yang matang. Ruang segera mendapatkan dampak. Peristiwa yang terjadi dalam ruang ikut menjelaskan yang mula-mula terjadi di luar. Manusia dan benda-benda di situ turut dalam gejolak perubahan makna.
Kita mengira terjadi persaingan dan perebutan dalam ruang. Perubahan-perubahan memungkinkan adanya kelebihan dan melampaui batas. Akibatnya, ruang menjadi sesak dan berantakan, tidak sekadar perubahan fungsi. Yang berada dalam ruang menentukan makna-makna sementara ketimbang tetap. Maka, yang memiliki ingatan awal tentang ruang atau baku bakal mendapatkan banyak guncangan dan permakluman.
Yang diceritakan oleh Chimamanda adalah kondisi para manusia dalam konflik. Mereka yang mencari ruang untuk hidup. Mereka dalam peristiwa datang dan pergi. Menetap sementara menerangkan nasib yang tak keruan. Situasi perang atau konflik menjadikan manusia-manusia selalu bergerak. Tinggal atau menetap seperti kemustahilan jika tidak ingin mati atau segalanya hancur.
Di negeri yang jauh, kita membayangkan usaha orang-orang yang ingin selamat. Nasib yang tidak terjanjikan. Bersama untuk tetap hidup memiliki konsekuensi-konsekuensi. Pada situasi yang buruk dan penuh kejutan, Bersama mengakibatkan cara hidup yang berbeda. Ruang menjadi representasi bersama dalam perebutan makna. Jumlah manusia dan benda-benda membenarkan ruang yang tidak stabil.
Tokoh dalam novel melihat beragam benda dalam ruangan. Kita cukup mengerti kehadiran benda dan situasi. Panci mengartikan kebutuhan makan setiap hari. Panci yang bercerita usaha selamat membutuhkan pangan, yang tidak selamnya tersedia. Tikar bercerita yang tidur. Padahal, tidur perwujudan istirahat dan “melupakan” saat waktu-waktu terus menekan dengan ketakutan, kehilangan, dan kesakitan. Kopor-kopor itu sebagai wadah untuk diisi benda-benda yang paling sangat dibutuhkan. Pada suatu saat, isi kopor dikeluarkan atau mengalami pengurangan.
Yang terlihat pastinya tidak cuma beberapa benda. Namun, tokoh yang mengajak pembaca ikut melihat ruangan memang tidak sedang dalam pengamatan yang cermat. Para pembaca berimajinasi saja, ruangan yang berantakan itu menjelaskan kedaruratan yang menyiksa. Yang masih bisa bersama memiliki harapan. Benda-benda yang bersama mereka, yang ikut membuat sesak ruangan, mengandung pengertian-pengertian yang diinginkan berdasarkan kebutuhan pokok. Benda-benda yang tetap membuat mereka menjadi manusia.
Pada hari-hari yang berbeda, ruangan itu diperebutkan banyak orang. Ada yang pernah masuk. Ada yang pergi. Ruang yang tidak memastikan para penghuni yang tetap. Ruang itu perlahan retak makna tapi ada orang-orang yang ingin mengenalinya sebelum berantakan. Artinya, ruangan tetap memiliki tanda atau bukti-bukti dalam perubahan-perubahan fungsi yang sering mendadak.
Akhirnya, ruang menjadi saksi. Yang mau bermain ingatan dan dokumentatif, ruang menjadi acuan berita dan cerita yang bertumbuh dalam perang atau kejadian-kejadian berpetaka. Ruang mengalami pasang-surut berdasarkan kehadiran manusia dan benda. Yang penting lagi, ruang menegaskan peristiwa-peristiwa yang terjalin antara “luar” dan “dalam” di hitungan waktu yang relatif. Pada saat perang, ruang adalah keselamatan yang mudah berubah menjadi kematian.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<













