“Ia sadar sejak belia bahwa satu-satunya tempat bagi orang Cina hanyalah kampung Cina itu, di bagian kota lainnya mereka ditolak. Olahraga favorit pemuda-pemuda kulit putih adalah menimpuki kaum celestials atau memotong taucang mereka, setelah menghajar habis-habisan. Seperti ibunya, Lynn hidup dengan satu kaki di Cina dan satunya di Amerika Serikat. Keduanya sama-sama berbahasa Inggris dan berpakaian gaya Amerika, sekalipun di rumah mereka biasa memakai jubah sutra dan celana panjang.”

(Isabel Allende, Portrait in Sepia, Gramedia, 2012)

KURUNGBUKA.com – Amerika Serikat, negara yang berlimpah cerita tentang ras. Yang dimaksud adalah datangnya banyak orang dari pelbagai negeri. Mereka ingin mengubah nasib dan membentuk hidup yang baru di Amerika Serikat. Kedatangan yang membutuhkan keberanian. Di negara itu mereka bertemu banyak orang, yang membaca sejarah dan kebudayaannya. Maka, perbedaan-perbedaan digelar di Amerika Serikat, yang memunculkan konflik atau harmoni.

Yang mengalami hari-hari di Amerika Serikat untuk bekerja dan mengumpulkan harta lazim terjerat asmara. Mereka yang berbeda asalnya melakukan pernikahan. Lahirlah anak-anak dari perjumpaan sekian perbedaan. Anak-anak itu berada di negara yang makin rumit kisah-kisahnya. Yang hidup bersama bersiap dan memaklumi segala perbedaan. Namun, rasisme adalah lakon buruk yang berkepanjangan di Amerika Serikat. Beragam usaha dilakukan untuk meredakan tapi bara rasisme terus menimbulkan luka dan dendam.

Kita membaca penggalan dalam novel gubahan Isabel Allende yang memberi rujukan tentang ras. Mengapa yang ditulisnya itu seolah menguatkan konflik ketimbang wujud-wujud keselarasan? Pengarang yang paham dan peka situasi Amerika Serikat, dari masa ke masa. Ia mengingatkan tentang rasisme yang menimbulkan sedih, kecewa, kalah, dan sengsara. Pada sisi yang berbeda, sengketa-sengketa itu menjadikan orang harus tangguh agar tetap merasa menjadi manusia (baru) di Amerika Serikat.

Yang diceritakan terjadi pada akhir abad XIX. Kita mengetahui orang-orang yang berdatangan dari Cina memiliki kesungguhan dalam arus ekonomi Amerika Serikat. Mereka mahir berdagang. Namun, lakon hidup mereka tetap dalam garis batas perbedaan, yang mengakibatkan penderitaan. Bagi yang tidak mampu bertahan, situasi berbeda dan bersengketa itu mencipta dendam-dendam yang besar. Terjadilah kesulitan dalam mendefinisikan identitas, politik, asmara, dan iman.

Tokoh-tokoh yang selaku merasa “terpecah” atau “terbelah” kebingungan dalam menentukan kiblat hidupnya. Di Amerika Serikat, mereka ingin bahagia tapi diskriminasi dan represi memberi petaka-petaka yang sangat sulit dihapus dan disembuhkan. Di novel, kita mengikuti perkembangan tokoh yang sejak kecil dan remaja menyadari dampak-dampak perbedaan. Ia bertumbuh di suatu tempat yang biasa menjadi sasaran penghinaan. Ia mengetahui kejadian-kejadian buruk atas nama rasisme.

Pada masa menjadi dewasa, ia memerlukan pelajaran-pelajaran hidup. Asal-usul orang tua dipelajari semampunya. Kenyataan-kenyataan setiap hari dijadikan renungan dalam bersikap. Ia mengerti berada di tempat yang “diistimewakan”. Artinya, ia tidak mudah bergerak secara bebas. Dirinya telah mendapat ketetapan yang memberi kekangan meski ia mampun menebusnya dengan membaca novel-novel romantis.

Kesadaran yang paling tampak dalam keseharian adalah bahasa dan busana. Isabel Allende menerangkan tentang dunia bolak-balik yang dialami para tokohnya. Bahasa Inggris memungkinkan mereka berada dalam arus perubahan di Amerika Serikat. Busana yang dikenakan di tubuh sudak dicap identitas membuat mereka bisa memiliki dua dunia, yang kadang dijadikan cemooh orang-orang yang suka membenci.

Sejenak mengunjungi penggalan-penggalan novel gubahan Isabel Allende, kiat melihat Amerika Serikat yang menjadi negara besar dengan pelbagai ironi. Yang terbaca adalah rasisme. Kita menemukan dalam cerita sekaligus dalam sejarah.

*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<