“Selama kekerasan berlangsung, perpustakaan juga terkena imbasnya. Di Paris saja lebih dari 8.000 buku dirusak; di tempat lainnya lebih dari 4 juta buku, yang 26.000 di antaranya adalah manuskrip kuno.”

(Fernando Baez, Penghancuran Buku dari Masa ke Masa, 2013)

KURUNGBUKA.com – Pada akhir abad XVIII, buku-buku pun berakhir. Kejadian yang bersejarah atas nama revolusi menamatkan buku-buku. Akhir yang menyedihkan. Revolusi yang bergema dan berdarah ikut menjadikan buku-buku sebagai korban. Yang biasa teringat memang jumlah manusia yang mati atau terluka. Yang tercatat adalah nama-nama manusia dalam deru revolusi.

Buku-buku wajib dicatat setelah mendapat “kiamat” yang datang terlalu cepat. Buku-buku dalam “perayaan” revolusi yang justru menghinakan, menghancurkan, dan memusnahkan. Jumlah buku memang sempat tercatat. Fernando Baez mengingatkan jumlah agar kita ikut bersedih mengenang Perancis masa lalu. Perancis tidak selalu pusat pemuliaan buku. Perancis yang ikut dimengerti sebagai tempat terkejam untuk buku-buku.

Kita tidak berhenti dalam masalah jumlah. Judul-judul buku atau manuskrip seharusnya ikut dipikirkan dengan segala pengandaian: lestari atau mati dalam revolusi. Sekian judul buku tercatat ikut meramaikan revolusi. Nasib buku-buku yang ditentukan pihak-pihak merasa paling mengerti kebenaran dan berkuasa membentuk sejarah. Beberapa judul buku diberikan jalan keselamatan. Beberapa judul buku diputus nasibnya, tidak lagi bisa mendatangi para pembaca pada masa-masa selanjutnya.

Revolusi yang mengandung kehendak: hidup-matinya buku. Kita membayangkang wajah-wajah bengis. Kita menduga senjata-senjata yang digunakan dalam menamatkan buku-buku. Kita sulit mengerti pilihan waktu untuk pembantain buku-buku. Masa lalu yang buruk. Buku-buku yang terpuruk di Perancis, pusat referensi revolusi yang tidak sepenuhnya mendapat tepuk tangan.

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya terbaik penulis di Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<