Negasi bagi Ruang dan Api
tak ada yang benar-benar bermula.
bahkan tanah ini hanya menunda runtuhnya.
di lipatan lempung yang disimpan di bawah kuku,
aku menemukan kalender tanpa angka,
hari-hari akan lewat dengan sia-sia
menggigil dalam bentuk retakan.
gunung enggan berdiri.
ia berjongkok,
memikul usia berasap
dengan isyarat,
yang kerap dianggap niat.
orang-orang di ketinggian
menjahit hidup udara
mereka tahu:
segala yang dipercepat
akan meminta tumbal di kemudian hari.
maka padi ditanam
seperti mengubur rahasia,
satu per satu,
tanpa janji akan tumbuh.
ada saatnya abu jatuh
seperti arsip yang dibuka paksa.
atap-atap membaca ulang masa lalu
dalam bahasa kelabu.
anak-anak menghafal bau hangus
sebelum menghafal nama bintang.
karena ritual tidak lahir dari keyakinan,
melainkan dari kelelahan
menghadapi kebetulan.
air, bunga, garam,
bukan penawar,
hanya cara menunda panik
agar jantung tidak tergesa memutuskan.
di ladang,
cangkul memukul bumi
seperti mengetuk pintu yang tak ingin dibuka.
sebab tanah mengingat
segala yang pernah diambil darinya.
malam datang tanpa metafora.
ia hanya gelap yang bekerja.
di sela dengus sapi dan serangga,
orang-orang menimbang jarak
antara doa dan kebetulan
dengan timbangan yang selalu miring.
tak seorang pun menyebut gunung sebagai ibu.
maka hidup dijalani sebagai catatan kaki,
bukan teks utama.
orang-orang belajar menyisakan ruang kosong
di antara rumah dan harapan,
sebab yang selamat
bukan mereka yang paling siap,
melainkan yang paling ringan
ketika harus dilepaskan.
dan gunung tetap berjongkok,
menyimpan api
sebagai kemungkinan.
sebab yang paling berbahaya
adalah sesuatu yang dijinakkan.
2025
***
The Ocean of Forgotten Dream
satu tirai gelombang
_____terbuka.
buih-buih
_____memantul
ke lorong-lorong biru;
___kilau hijau,
_____seberkas cahaya perak,
___merah muda berayun seputih pasir,
ungu menetes
_____seperti air laut.
ikan-ikan tembaga
_____menari di antara karang,
pasir kembali ke pasir,
_____gelombang kembali ke pusar waktu.
hening penuh rahasia.
_____gurita mulai menulis mantra,
udang-udang kecil
_____mengetuk cangkang kerang.
matahari tiba
_____dengan cambuk sinarnya yang asin.
sepasang lumba-lumba
_____menabrak tirai kedua,
juga ribuan tirai lainnya.
kau terperangkap
_____di rongga air yang tak bertepi.
kau ingin naik, tapi tak bisa.
kau menunggu kapal pengantar mimpi,
_____tapi kapal itu hanyalah gelombang.
sepanjang cakrawala bergemuruh:
_____kau telah kembali
_______ke inti telurmu sendiri.
tapi semua kilatan ini terjadi
_______di dasar khayalku yang tak bertepi,
tepat sebelum kau membuka mata
_______di dunia yang baru, dan rapuh.
2025
*) Image by istockphoto.com







