“Dunia telah menjerat – kesenangan, kerakusan, dan ketidakacuhan – dan akhirnya bahkan sifat buruk yang dulu selalu dipandang rendah dan dicemooh sebagai hal yang terbodoh dari semuanya – akhirnya menjerat dirinya. Oleh karena itu, bisnis bukanlah lagi sebuah permainan atas kekosongan yang sia-sia tetapi telah menjadi beban dan rantai. Dengan rute yang aneh dan berliku-liku, Siddhartha telah jatuh ke dalam candu yang mematikan dan paling hina – dadu.

(Herman Hesse, Siddhartha, Jejak, 2007)

KURUNGBUKA.com – Yang diceritakan Herman Hesse sebenarnya tidak (terlalu) istimewa. Para pembaca novelnya memang terpukau dengan pengisahan (jiwa) manusia. Namun, kita beranggapan pukau besar condong untuk pembaca di Barat, bukan di Timur. Kita mulai membedakan posisi pembaca dan latar peradabannya. Akibatnya, novel yang berjudul Siddhartha dapat dibaca tanpa terpengaruh segala ulasan dan kritik yang bermunculan di Barat. Bagi pembaca yang berada di Timur, membaca novel itu seperti mengingat, bukan mendapatkan kejutan yang akbar.

Biasanya pembaca dibekali beragam perbedaan atau perbandingan agar membaca novel itu gampang. Maksudnya, tidak terlalu memberati renungan. Pembaca memikirkan jiwa-badan, yang berulang bermunculan dalam kejadian-kejadian para tokohnya, terutama Siddhartha. Ada yang terbujuk memikirkan kepentingan-kepentingan suci dan perayaan segala kesenangan di dunia. Novel yang halaman-halamannya mirip “salinan” dari renungan-renungan yang sudah lama bertumbuh di Timur.

Ketulusan dalam membaca menimbulkan pertanyaan-pertanyaan atas sosok Siddhartha, yang menempuhi jalan memiliki seribu godaan. Ia yang berkehendak tapi tetap terjerat dan jatuh. Pada renungan-renungan yang mendalam, ia mengerti ketenteraman tapi memasuki dunia-ramai yang biasa mendapat kecaman atau penghinaan. Pada setiap kejadian, Siddhartha sedang mengajak para pembaca bergantian “peran”, yang berhadapan benar dan salah atau baik dan buruk.

Yang membaca dapat memberi pujian dan hujatan, yang bergantian berdasarkan sikap dan ulah Siddhartha. Ia jarang ada dalam ketetapan. Yang terjadi adalah pergantian yang membuat pembaca menginsafi bahwa manusia tidak selamanya baik. Manusia tidak sepenuhnya buruk. Kita boleh tidak lekas menyebut dosa atau menyatakan hal-hal yang terjadi adalah biadab.

Sosok yang membenci perkara-perkara duniawi akhirnya berada dalam ketagihan duniawi. Segala sesuatunya berantakan dan terbalik. Maka, tatanan nilai yang semula digunakan mudah guncang dan terhapus untuk tergantikan segala yang bertentangan. Pembaca tidak mudah membuat garis batas atas semua nilai. Pada tindakan-tindakan yang bertentangan, pembaca dianjurkan mengenali gejolak-gejolak yang ditanggungkan Siddhartha.

Herman Hesse tidak menginginkan segala yang berubah dalam cerita selalu tiba-tiba. Ia bukan bermain sulap bila hanya demi meraih cerita yang paling memikat di dunia. Pengarang masih berusaha mengadakan kewajaran-kewajaran, yang awal dan akhirnya adalah kondisi jiwa. Namun, yang mengesahkan pelbagai gejolak adalah pertaruhan raga dalam penyucian dan pemujaan kenikmatan duniawi.

Apakah tokoh yang diceritakan boleh gonta-ganti dalam penilaian yang hitam dan putih? Pembaca sebenarnya bisa menghentikan penilaiannya di halaman-halaman yang dianggapnya bukti. Namun, membaca hanya seperempat atau setengah novel bisa mengelabui penafsiran atas hikmah-hikmah. Yang diberikan Herman Hesse pada dunia adalah novel yang tidak panjang, yang para pembaca bisa berjalan di halaman-halamannya tanpa cepat lelah.

Pembaca yang tulus dan tabah justru diminta menunda dan melambatkan konklusi yang baku dan resmi. Artinya, pembaca setelah sampai halaman terakhir dan menutup buku mendingan masih bertanya-tanya, yang membuatnya akan membuka lagi beberapa halaman-halaman yang penting meski mengacaukan tafsiran yang sedang disusun dalam keraguan yang mengental.

*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<