“Mereka terlalu bersemangat untuk menceritakan segalanya. Beberapa kali, aku terpaksa harus membantu menyusun kembali kata-kata yang mengalir dari ingatan mereka yang tak beraturan. Aku sadar mungkin mereka telah membumbui beberapa informasi dan rincian. Barangkali mereka tak bermaksud berbohong. Kalaupun mereka berbohong, ada saja bagian-bagian cerita yang tidak cocok dengan skenario utama sehingga dapat kuabaikan. Selain itu, mereka berbeda satu sama lain. Bagian satu-satunya yang menyatukan mereka adalah takdir bahwa mereka selamat dari sebuah tragedi. Bumbu-bumbu cerita pun ditambahkan untuk menaikkan citra diri mereka dari orang-orang polos sederhana menjadi tokoh-tokoh hebat dan heroik. Hanya dengan saringan ingatan yang baik sajalah kitab isa membedakan diri mereka yang asli dan yang dibumbui oleh kisah kepahlawanan.”
(Javier Cercas, Prajurit-Prajurit Salamina, Serambi, 2005)
KURUNGBUKA.com – Usaha menelusuri sejarah menimbulkan lelah, selain kepuasan dalam mengikuti segala penasaran. Yang dicari adalah sumber. Maka, pelacak sejarah berharap dapat bertemu para pelaku atau saksi atas peristiwa yang dianggap penting. Pertemuan itu kadang tanpa diramalkan. Artinya, yang mau menulis sejarah seperti mendapat petunjuk-petunjuk bertemu orang-orang, yang mampu menghubungkan dugaan-dugaan kebenaran.
Yang terpenting adalah jalinan dengan orang-orang yang selalu merawat sejarah. Pergaulan dan percakapan bertema sejarah biasanya memudahkan pertemuan dengan pihak-pihak yang memiliki informasi-informasi penting. Yang berhasil ditemui dan diwawancarai tidak semuanya ikut membuat sejarah menjadi terang. Ada yang menyulitkan sekaligus membawa ragu-ragu, yang membua sejarah masih terasa jauh.
Hari-hari yang dilalui berhasil menghimpun beberapa keterangan. Namun, yang masih harus dipastikan adalah pengakuan dari para narasumber, yang menempatkan sejarah menjadi sangat berarti bagi Spanyol. Di novel yang digubah Javier Cercas, kita mengikuti tokoh yang terpikat sejarah tapi belum mudah bersumpah untuk menuliskannya. Ia memang beruntung mendapatkan penjelasan-penjelasan istimewa dan bertemu orang-orang yang menggerakkan sejarah. Segala perolehan itu masih membuatnya ragu, menuliskannya dalam bentuk fiksi atau buku sejarah. Apakah ia menyadari bahwa sejarah terlalu lama dinantikan, yang penundaan penulisan bakal menimbulkan kesalahan?
Ia sudah pernah menulis novel. Sejarah yang ditaruh dalam novel mungkin kurang gereget. Pada saat bertemu orang-orang yang memiliki beragam keterangan dan tinggalan catatan, sejarah memang diharuskan segera ditulis meski tidak berbentuk novel.
Yang ditemui adalah orang-orang yang sudah sepuh, 80-an tahun. Mereka berada dalam peristiwa bersejarah. Pada usia yang tua, keinginan mereka menceritakan segalanya berdampak sejarah itu sesak dan tumpang tindih. Yang paling menentukan adalah ingatan. Tiga atau empat orang yang sama-sama bercerita diuji kebenaran dan kekuatan ingatannya. Pada saat menyampaikan, bahasa mereka pun menentukan kadar kebenaran sejarah.
Sejarah tidak bisa dibiarkan sewajarnya. Yang terjadi adalah meluapnya bumbu-bumbu cerita. Maka, yang menyimak dan menguji sejarah dipaksa menyaring ingatan dan peka dalam menerima bahasa kaum tua. Sejarah memang milik mereka tapi bahasa dan ingatan yang “sembarangan” bisa mengacaukan alur sejarah.
Yang terasakan adalah sejarah itu heroisme. Sejarah mengandung pengorbanan dan kemenangan, tidak hanya tragedi dan derita yang parah. Semua itu biasanya mudah menyebar saat disampaikan menggebu-gebu walau menyeleweng dari fakta atau membuat sejarah senantiasa heboh. Jadi, sejarah yang sedang dilacak dan mau dituliskan sangat menginginkan ingatan yang tegak, bukan ingatan yang ditumpangi kepentingan heroisme dan pengultusan tokoh yang berada di babak sejarah. Ingatan yang bertahan dan berceceran selama puluhan tahun sangat membutuhkan “klarifikasi” dan “pembersihan” bila telanjur mengalami keruh. Sejarah tak sekada ingatan tapi bahasa yang memadai agar tidak mengesankan khayalan.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<











