“Banyak imigran ini adalah orang Sikh, mantan prajurit dalam ketentaraan British India. Pengalaman hidup di Amerika dan India akhirnya mengubah banyak mantan loyalis ini menjadi revolusionis. Merasakan hubungan di antara perlakuan mereka di luar negeri dan status mereka sebagai jajahan di India, mereka menjadi musuh fanatik Imperium yang dulu pernah mereka layani. Beberapa di antara mereka memusatkan usaha untuk mengubah pandangan teman-teman dan kerabat mereka yang masih bertugas dalam ketentaraan British India. Yang lain mencari sekutu di luar negeri, menjalin hubungan dengan kaum perlawanan Irlandia di Amerika.”
(Amitav Gosh, The Glass Palace, Hikmah, 2008)
KURUNGBUKA.com – India, negara memiliki banyak pengarang yang mampu bercerita kepada dunia. Artinya, India tidak cuma Rabindranath Tagore. Dulu, 1913, ia mendapat Nobel Sastra. Kehormatan itu diperoleh saat mata dunia melihat India dalam lakon kolonialisme. Asia memang menjadi sasaran penjajahan Barat. Nasib buruk menimpa sekaligus merebaknya impian-impian modernitas. India lekas menjadi pikat bagi kesusastraan dunia, yang ditulis para pengarang India dan Eropa. Orang-orang Barat tergoda mengenali India yang dianggap representasi Timur.
Pada suatu masa, Amitav Gosh pun bercerita India. Ia berada dalam situasi berbeda dengan Tagore dan pengarang-pengarang terdahulu. Caranya mengartikan India dan mengisahkannya memerlukan mundur ke babak-babak sejarah. Sampailah ia mengingat India dan kolonialisme. Ia tidak memaksudkan novelnya sebagai propaganda. Yang disadarinya adalah India yang terus bergolak, dari abad ke abad. Kolonialisme memberi bara cerita, yang memungkinkan menguak agenda-agenda perlawanan. Namun, yang diceritakan pengarang tidak sepenuhnya politik. Ia memerlukan beragam cerita dalam mengingat kesilaman India.
Perubahan-perubahan yang terjadi memang dipengaruhi gerakan perlawanan, yang mengikutkan dampak-dampak terbitan surat kabar dan buku. Yang dimunculkan dalam novelnya adalah orang-orang yang berada dalam keisafan setelah “jebakan”. Mereka dalam pengembaraan yang diberkati ideologi.
Berada di tempat yang jauh, imajinasi atas tanah air justru membesar dan meluap. Mereka menghadapi gagasan lama dan baru. Keberpihakan harus diwujudkan untuk menentukan nasib dan tempat asal. Maka, bertumbuhnya kesadaran nasionalisme beriringan dengan pengalaman dalam arus pers dan jalinan dengan gerakan-gerakan perlawanan di pelbagai negara.
India dan Amerika, dua tempat yang sejak lama menimbulkan pusaran cerita menakjubkan, dari politik sampai kesusastraan. Yang terbaca oleh kita adalah pengalaman di Amerika membuka cakrawala baru, yang bertentangan dengan pengalaman-pengalaman lama. Di sana, mereka memuliakan India, yang ingin dibebaskan dari penjajah. Masa lalu dalam pengabdian cap ketentaraan menimbulkan titik balik. Perlawanan itu makin heroik.
Pembaca yang menikmati cerita-cerita sebenarnya mendapat cuilan-cuilan sejarah yang terjadi di India, termasuk konsekuensi gerakan nasionalisme yang bertumbuh di beberapa negara. Penguatan agenda melawan kolonialisme dimiliki banyak pihak yang sedang mengembara di negara-negara menyerukan demokrasi atau revolusi. Yang menentukan corak dan keberhasilannya adalah pilihan ideologi.
Pada mulanya, mereka mengabdi tapi akhirnya menjadi musuh yang keras dan penuh pengorbanan. Apakah perlawanan itu mengandung dendam? Kita bisa membaca kondisi kejiwaan yang mengharuskan keberanian dan penebusan demi kemuliaan India. Maka, janji-janji perubahan (sikap) dan kesungguhan membesarkan perlawanan adalah keniscayaan.
Di novel yang tebal, kita berhak memiliki mengikuti beragam cerita. Adanya sengatan kolonialisme membuat pembaca mengerti Indonesia yang tidak henti bergolak. Yang terjadi adalah gerakan politik untuk mendapat perhatian di dunia. Di arus melawan kolonialisme, modernitas memberi rangsang atas tata kehidupan yang baru, yang nantinya ikut berpengaruh dalam gerakan kesusastraan, selain agenda politik dan militer.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<













