“Tak peduli betapa kecil sebuah desa, pasar kaget akan mengemuka seketika di sekitar kapal uap yang berlabuh: penjaja barang, penjual makanan, penjaga toko asal perahu, pedagang camilan goreng dan minuman keras sulingan desa bergegas-gegas muncul sambil membawa dagangan mereka, senang akan terjaringnya banyak pelanggan yang berkumpul tak terduga. Kadang-kadang berita tentang kedatangan kapal uap akan sampai kepada rombongan penghibur yang tengah berkelana. Saat malam tiba, ditemani alunan konser berupa bunyi hujan, layar dalang akan dihidupkan di tepi sungai yang terpencil…”
(Amitav Gosh, The Glass Palace, Hikmah, 2008)
KURUNGBUKA.com – Yang membaca cerita merasa sedang berada di Asia. Sejak lama, novel itu memberi pesona, yang membuat pembacanya mengembara melintasi negeri atau benua. Di tempat-tempat yang tidak pernah dikunjungi, pembaca mulai mengenalinya melalui kata-kata. Pengarang yang mahir bercerita mengajak para pembaca menikmati pengalaman-pengalaman yang unik.
Pada mulanya, cerita-cerita yang berlatar Eropa dan Amerika memberi pikat yang berkepanjangan. Yang membaca menemukan ketakjubab-ketakjuban. Novel-novel yang terus ditulis dan terbit mulai mengisahkan segala negeri, yang menghidupkan benua-benua. Maka, yang bercerita memiliki keunggulan dalam mengenali suatu tempat untuk beragam kejadian dan kehadiran para tokoh.
Di hadapan novel gubahan Amitav Gosh, kita mengikuti bujukan mendatangi Asia. Di sana, cerita-cerita pun unik meski pembaca tidak ada keharusan membuka beragam ensiklopedia untuk mencari banyak keterangan. Kemauan membuka peta kadang tidak cukup memberi penguatan imajinasi. Pembaca mendingan percaya dengan deretan kalimat yang dibuat pengarang.
Asia menjadi hidup dalam cerita yang panjang dan rumit. Pembaca yang tidak ingin tersesat dalam konflik-konflik boleh memilih sebagai pengembara sesaat untuk menafsir peristiwa saja. Yang kita bayangkan adalah pasar. Pengarang tidak memerlukan puluhan paragraf agar kita melihat pasar atau berani berada dalam pasar.
Keramaian yang tercipta bukan secara rutin. Penentunya adalah berlabuhnya kapa uap. Tanda yang disepakati banyak orang untuk mencipta pasar. Kita mengartikan pasar kaget adalah pasar yang digerakkan oleh kegembiraan, pengharapan, perjumpaan meski tetap mengutamakan pendapatan. Pasar yang memungkinkan jual-beli dan berbagi cerita terjadi dalam durasi yang tidak lama.
Namun, kesempatan mencipta pasar itu membuktikan hidup yang mengesahkan bersama dan berpisah tanpa kepastian jadwal.
Makanan, minuman, dan benda-benda menjadi dagangan, yang diharapkan menemukan para pembelinya yang tepat. Mereka yang mau menikmati makanan dan minuman merasakan ikatan yang kuat atas lautan dan daratan. Sejenak berada dalam kerumunan adalah situasi lain dari pemandangan selama di lautan. Perjumpaan yang tanpa harus saling mengenali nama menjadikan percakapan-percakapan mengandung penasaran. Saling perhatian terjadi melampaui peristiwa jual-beli.
Perdagangan yang istimewa. Yang hadir bersama memiliki beragam kepentingan. Uang pastinya penting tapi tidak segalanya. Yang ingin kita rasakan adalah gairah omongan dan perayaan selera yang memungkinkan melupakan sejenak segala lelah, penat, dan ruwet. Kerumunan yang membentuk cerita-cerita untuk diselenggarakan lagi suatu saat atau akhirnya menjadi kenangan.
Amitav Gosh mengukuhkan pasar kaget dengan hiburan. Apakah yang sedang berkerumun ingin melakukan pelarian dan pembebasan dengan tontonan, yang memindahkan mereka dari kenyataan-kenyataan? Maka, yang sedang makan dan minum mendapat tambaha (makna) pengalaman sebagai penonton. Jadi, hiburan yang membikin pasar semarak adalah kenikmatan sesaat sebelum semuanya bubar.
Pada saat memasuki novel, kita menyadari Asia adalah pasar dan malam, yang memberi dunia bersifat sementara. Cerita akan segera berubah atau berganti. Pembaca pun meninggalkan pasar, mengingatnya sebagai selingan yang sempat memberi nyawa untuk Asia.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<











