“Bukan karena makan buah terlarang, manusia membuat gusar Sang Pencipta melainkan karena melintasi lautan! Betapa pongahnya mempertaruhkan nyawa dan harta benda di tempat yang amat luas dan bergelora ini, berusaha meninggalkan jejak kita dengan melintasi palung yang dalam, berusaha menyentuhkan dayung kita ke punggung monster yang terbenam di dalam sana… Di sanalah letak keangkuhan manusia yang tiada habisnya, dosa-dosa yang dilakukannya berkali-kali di hadapan hukuman yang datang berulang-ulang.”
(Amin Maalouf, Balthasar’s Odyssey, Serambi, 2006)
KURUNGBUKA.com – Kita mengikuti cerita yang memuat pemaknaan manusia, lautan, dan Tuhan. Yang pernah belajar sejarah perdagangan atau petualangan, lautan itu berkah dan kutukan. Kapal-kapal berlayar ingin mencipta keajaiban di dunia. Kapal-kapal dari Tiongkok, Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan lain-lain membuat jalur atau mengikuti petunjuk-petunjuk yang sudah ada: terbuka atau tersembunyi. Peta-peta membuat pelayaran menuju pulau-pulau yang terjauh atau belum pernah terimajinasikan.
Kapal di lautan yang mendapat restu raja, ratu, geraja, dan kaum modal tidak dipastikan selamat sampai tujuan dan kembali dengan kemujuran. Di lautan, nasib adalah “main-main”. Ada yang meyakini keberanian manusia mengarungi lautan seperti menunaikan bisikan-bisikan langit. Mereka berada di lautan tapi langit adalah hamparan tanda untuk keselamatan dan keberuntungan.
Di atas laut, manusia menunjukkan kekuatan. Kapal mengangkut manusia, benda, bahasa, mimpi, iman, dan lain-lain. Pada saat pelayaran, kapal dihajar badai. Kapal bisa karam. Kapal menghantam karam. Peristiwa-peristiwa aneh pun membuat pelayaran menjadi epos atau mahadongeng bagi rakyat di pelbagai negeri. Di lautan, manusia-manusia itu dapat menjadi hero. Namun, mereka gampang menjadi pecundang.
Amin Maalouf menyuguhkan cerita yang dimulai dengan ingatan dari Alkitab. Manusia yang berdosa, manusia yang jatuh. Pemicu berdasarkan “hikayat” iman adalah manusia menikmati buah terlarang. Tuhan sudah menyatakan tapi manusia melanggar.
Rujukan dalam Alkitab dijadikan sejenis “kelakar” mengenai manusia di “abad penjelajahan”. Yang membuat Tuhan marah atau gusar adalah keberanian manusia melintasi lautan. Pelayaran yang membuat iman dan peradaban bersebaran, mengubah negeri-negeri. Manusia menganggap dirinya “berkuasa” dan “berkekuatan” mengubah dunia.
Apa yang dicari manusia di lautan atau melintasi lautan? Di laut, manusia menemukan kekayaan. Laut adalah pengetahuan. Di pengertian yang berbeda, laut menjadi tempat bersemayam kekuatan-kekuatan besar. Sejak ribuan tahun yang lalu, lautan menghasilkan mitos-mitos besar yang mengabadi walau disusul munculnya logos.
Di novel gubahan Amin Maalouf, kita mengikuti cerita pencarian yang mengharuskan naik kapal melintasi lautan. Yang mencari menyadari bisa berhasil dan gagal ditentukan lautan. Namun, ia kepikiran tentang segala ambisi yang dimiliki manusia saat berani menunaikan misi-misi besar dan mustahil menggunakan kapal. Di situ, manusia seperti meyakini memiliki kekuatan yang diberikan dewa atau alam. Yang dimengerti adalah manusia membuat penaklukkan atau penguasaan. Lautan yang memungkinkan manusia ingin “mahakuasa”.
Di lautan, manusia memamerkan keangkuhannya. Segala penemuan membuat manusia makin membesarkan keberanian. Teknologi kapal berkembang tapi yang berlipatganda adalah nafsu, yang mengakibatkan dosa-dosa selain mencipta peradaban baru atau memberi perubahan yang tak bisa disangkal. Dunia ditentukan kapal-kapal yang berlayar. Yang kita ingat tentu tak sekadar perdagangan.
Manusia yang angkuh dan ingin menguasai dunia sepantasnya mendapat hukuman-hukuman. Amin Maalouf melalui tokoh-tokohnya tidak sedang memberi tafsir bersumber Alkitab. Ia sengaja memberi pengisahan yang akbar agar sejarah teringat dan menguak tragedi manusia, setelah penemuan dan peruntungan. Di novel, kita merasa bolak-balik di daratan dan lautan. Yang paling seru saat lautan adalah mahacerita, yang membuat pembaca sampai atau tenggelam.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<











