“Dia menjalani kehidupan ganda: yang tersembunyi dan yang diketahui publik. Sudah terbiasa menjalani kehidupan seperti itu, dia mulai bertanya-tanya, apakah semua orang juga demikian. Berapa banyak yang membaca kitab suci edisi asli secara diam-diam? Berapa banyak yang melantunkan doa-doa, yang percaya akhirat dan surga? Berapa banyak yang diam-diam mengoleksi dan menonton film fiksi-sains? Berapa banyak yang membaca, menghafal, dan membisikkan bait-bait puisi layaknya mantra? Dia begitu mahir dalam menyembunyikan kehidupan rahasianya. Dia adalah master dalam seni berbohong. Seandainya ia terlahir pada zaman lain, dia pasti sudah menjadi seorang novelis.”
(Bothayna Al-Essa, The Book Censor’s Library, Baca, 2025)
KURUNGBUKA.com – Yang ditanyakan oleh tokoh itu mudah dijawab. Orang-orang terbiasa dalam kehidupan ganda. Mereka niscaya dalam sandiwara-sandiwara. Beragam alasan digunakan dalam permainan ganda: agama, pekerjaan, asmara, ideologi, dan lain-lain. Keniscayaan itu membuat orang-orang berhitung penampilan, cara berkata, sikap, atau kesadaran suasana. Maka, yang berhadapan dengan orang yang kehidupannya ganda tidak akan melihat segalanya gamblang. Yang tersembunyi tetap bisa dibayangkan walau tidak harus digunakan dalam menyerang atau menekan orang.
Pengarang menghadirkan tokoh yang menyadari lakon hidupnya ganda, setiap hari. Ia menginginkan yang tersembunyi itu memberi kenikmatan, kebahagiaan, dan kepuasan. Namun, ia wajib tampil di hadapan keluarga, rekan kerja, dan orang lain dalam ketetapan-ketetapan yang membuatnya “selamat” dari tuduhan-tuduhan buruk. Maka, yang mampu dalam permainan ganda memiliki jurus-jurus agar tidak ketahuan dan gagal. Pada permainan lakon yang ganda, risiko besar dapat datang tiba-tiba meski hanya dengan kesalahan kecil.
Sosok yang bekerja demi kepentingan pemerintah. Ia dalam perintah-perintah yang harus dilaksanakan secara baik dan benar. Pada saat bekerja, ia justru menemukan hal-hal lain, yang dianggapnya penting dan bermakna. Kesadaran itu bertentangan dengan posisi dirinya yang bekerja di naungan pemerintah. Maka, ia wajib berhati-hati agar permainan itu tidak membuatnya sangat bersalah atau mendapat hukuman yang berat.
Yang dibayangkannya adalah orang lain, yang mungkin bermain sandiwara setiap hari. Permainan akibat represi pemerintah, yang memberi banyak larangan dan menebar ketakutan dengan jenis-jenis hukuman. Represi itu berurusan bacaan yang menentukan derajat iman, pengetahuan, imajinasi, dan lain-lain.
Ia suka membaca novel tapi memahami bahwa larangan-larangan juga menyasar hiburan dan agama. Ia sudah paham risiko membaca novel. Yang ia inginkan adalah kesamaan banyak orang yang sebenarnya ingin membaca kitab suci atau berdoa. Padahal, pemerintah sudah membuat kaidah yang menjadikan kelaziman sebagai larangan. Maka, yang bermain kehidupan ganda itu membuat perlawanan tanpa harus terlihat. Perlawanan yang menggairahkan tapi dinantikan hukuman yang berat.
Pembaca sedang memberi perhatian terhadap nasib tokoh-tokoh yang dibuat tidak berdaya oleh pemerintah. Namun, mereka masih bisa memunculkan sedikit perlawanan. Yang mereka inginkan adalah “kebenaran”, yang berbeda dengan kepentingan-kepentingan pemerintah. Perbedaan itu yang akhirnya mencemari dan melukai saat orang-orang berpikiran kritis.
Tokoh (pembaca) yang sedang kita perhatikan mampu menilai dirinya yang berada dalam arus kebohongan. Artinya, ia memerlukan seni dalam berbohong agar tidak mudah terbongkar. Apakah itu menyulitkan atau memberi tantangan-tantangan yang menakjubkan? Tokoh yang dalam pertaruhan nasib itu malah menghibur diri bisa menjadi novelis. Ia memang sudah mendapat banyak pengaruh dari novel-novel yang dibacanya, ditambah kepekaan dalam menyikapi kehidupan sehari-hari. Ia berani dalam kebohongan asal dapat menikmati kehidupan yang mengelak dari perintah dan represi pemerintah. Kita pun dapat mengandaikan menjadi tokoh itu mumpung hidup di Indonesia yang amburadul.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<













