KURUNGBUKA.com – (17/06/2024) Sejak beberapa tahun lalu, para pembaca di Indonesia disodori beragam buku Franz Kafka yang tampak dalam persaingan untuk pasar buku terjemahan. Buku-buku dengan judul yang sama bisa diterbitkan oleh beberapa penerbit. Ada yang penerjemahnya sudah moncer, ada yang penerjemahnya dianggap kurang bermutu.
Jadi, para pembaca di Indonesia sudah akrab dengan cerita yang berjudul “Metamorfosis”. Kafka, nama dalam daftar atas jika para pembaca mementukan pilihan pengarang-pengarang paling digemari. Franz Kafka makin digemari dengan adanya resensi dan ulasan. Pengutipan pun terusbertambah sampai sekarang.
Walter Benjamin mengakui Kafka adalah pencerita yang ampuh. Ia memiliki kemampuan mengenali dan menghadirkan manusia melebihi pemahaman umumnya. Maka, cerita-cerita yang ditulisnya mengejutkan dan mengabadi. Walter Benjamin menyatakan: “Dunia Kafka adalah dunia teater.
Baginya, manusia berada di atas panggung sejak awal mula kehidupannya.” Kita dapat membayangkan teater-teater yang dicipta dan disajikan. Jadi, membaca cerita-cerita Kafka berarti berada dalam rumit dan lapisan-lapisan yang membuat pembaca sebagai “penonton” sekaligus “pemain”. Yang terkesan dengan cerita Kafka memang merasakan “teater”.
Abad XX, abad yang mengembalikan kita dalam cerita-cerita gubahan Kafka. Pengarang yang bukan sekadar merekam atau mendokumentasi. Pembaca yang berada di negara-negara berbeda mudah terhubung dengan kejadian dan penokohan.
Di Indonesia, para pembaca mudah dan sering menyebut tokoh-tokoh buatan Kafka, Yang dimengerti, tokoh-tokoh itu bisa berada dalam kasus-kasus di Indonesia. Kita membayangkan kekuatan dan “kekuasaan” yang dimiliki Kafka dalam keunggulannya memberi cerita-cerita, tak tertandingi.
(Walter Benjamin, 2024, Sang Pencerita, Moooi)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya terbaik penulis di Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<











