KURUNGBUKA.com – Di Sekolah Azzakiyah Islamic Leadership (selanjutnya disebut SAIL), kita bukan hanya mempelajari Matematika, Bahasa Indonesia maupun IPA. Di SAIL kita juga diajarkan mengenai adab, akhlak, bagaimana cara bersikap, mengambil keputusan, dan manajemen. Banyak program atau kegiatan yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan hal-hal tersebut. Salah satu program tersebut adalah Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (selanjutnya disebut LDKS), yaitu latihan dasar kepemimpinan siswa. Kegiatan ini biasanya dilakukan hanya setahun sekali yang dilaksanakan oleh kelas tujuh di awal tahun pembelajaran. Kegiatan LDKS memiliki tujuan untuk membentuk karakter siswa agar mampu menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori di sekolah, tetapi juga langsung berlatih bagaimana mengatur waktu, memanajemen barang, dan mengambil keputusan dengan bijak. Karena itu, LDKS termasuk kegiatan penting bagi siswa.

            Di SAIL, LDKS dilaksanakan selama tiga hari dua malam didampingi oleh guru dan perwakilan dari Residen Siswa (selanjtunya disebut DENWA—organisasi ini setara dengan OSIS). Saya menginap bersama teman-teman yang baru bergabung di sekolah. Sebelum memulai kegiatan, pihak sekolah sudah menuliskan daftar barang-barang yang harus dibawa oleh siswa seperti alat mandi, pakaian ganti, dan alat tulis. Saat hari pelaksanaan LDKS tiba, semua siswa sudah berbaris dengan rapi untuk melaksanakan acara pembukaan LDKS. Setelah acara pembukaan, kami diberikan kartu nama dan bersiap untuk melakukan pembelajaran satu hari penuh mengenai gaya belajar, tauhid, dan tentang diri. Di malam hari, kami makan malam dengan tenang dengan canda dan tawa bersama teman-teman. Setelah makan malam, kami belajar untuk terakhir kali di hari itu, namun tentunya di setiap waktu istirahat kami selalu melaksanakan shalat dan makan. Pembelajaran berakhir pada pukul setengah sepuluh malam, setelah pembelajaran para siswa pun langsung bersih-bersih dan bersiap untuk istirahat di malam hari.

            Pada hari kedua, dua orang anggota TNI datang ke sekolah untuk memberikan pelatihan kepada kami. Jadi rata-rata pembelajaran kami dibersamai oleh TNI, seperti tentang sejarah, baris berbaris, dan kedisiplinan. Di hari ketiga, pada pagi dini hari sekitar pukul dua disaat semua siswa sedang tidur, kami dibangunkan oleh abang-abang DENWA, dan kami diminta menuju parkiran di depan sekolah. Sesampainya disana, guru sudah menunggu dan langsung membariskan kami serta meminta kami untuk menunggu TNI nya datang. Setelah menunggu akhirnya TNI-nya datang.

            Setelah kedatangan TNI kami dijelaskan apa sebenarnya yang ingin kami lakukan. Ternyata kami diminta untuk jurit malam. Para murid diuji keberaniannya dan keamanahan selama jurit malam. Konsep jurit malamnya adalah para siswa berjalan dari Jalan Meteorologi Empat, belok kiri di Jalan Meteorologi Raya lalu masuk ke Jalan Meteorologi Tiga dan lurus terus sampai masuk kembali ke sekolah. Sesampainya di sekolah, naik ke rooftop gedung c untuk mengambil kartu nama yang diletakkan di sana lalu ke aula gedung a. Di sela perjalanan ke sekolah, kami diuji di pos-pos yang sudah ada, sedangkan saat di gedung c kami diuji keberaniannya dengan cara di takut-takuti oleh kakak-kakak denwa. Di pagi hari kami bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Kami melaksanakan upacara penutupan terlebih dahulu lalu pulang ke rumah masing-masing bersama orangtua.

            Setelah mengikuti kegiatan LDKS, saya merasakan banyak perubahan pada diri saya sendiri maupun pada teman-teman. Teman-teman yang baru yang mulai akrab dan terlihat aktif dalam kegiatan sekolah. Saya sendiri merasa lebih percaya diri, lebih mandiri, dan lebih berani mengambil tanggung jawab. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa mengenal di antara peserta, karena selama tiga hari kami hidup dan belajar bersama. Kami saling mengenal lebih dekat, saling membantu, dan belajar menghargai perbedaan karakter masing-masing. Selain itu, LDKS juga menumbuhkan rasa hormat terhadap guru dan orang tua. Secara keseluruhan, dampak LDKS bukan hanya terlihat pada sikap disiplin di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

            Menurut saya, kegiatan LDKS merupakan salah satu program yang sangat penting di sekolah karena memiliki banyak manfaat yang tidak bisa digantikan oleh pelajaran di kelas. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori kepemimpinan, tetapi juga langsung berlatih menghadapinya di situasi nyata. LDKS membantu membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan mampu bekerja sama dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab yang tinggi, dua hal yang sangat dibutuhkan untuk menjadi pemimpin di masa depan. LDKS juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar mengatur waktu, mengambil keputusan, dan menghormati aturan yang berlaku. Semua nilai itu akan berguna dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di sekolah tetapi juga di kehidupan nyata. Dengan adanya LDKS, sekolah tidak hanya mencetak siswa yang pintar secara akademis, tetapi juga yang memiliki sikap dan kepribadian yang kuat.

            Bagi saya, LDKS bukan sekadar kegiatan sekolah biasa, tetapi pengalaman yang sangat berharga dan memberikan banyak pelajaran hidup. Selama mengikuti kegiatan ini, saya belajar arti tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan. Saya juga merasakan betapa pentingnya saling menghargai dan saling mendukung dalam sebuah kelompok. Kegiatan ini membuat saya lebih mengenal diri sendiri dan memahami bagaimana cara menjadi pribadi yang lebih baik. Saya percaya bahwa pelajaran yang saya dapat dari LDKS akan berguna di masa depan, baik ketika saya masih di sekolah maupun nanti saat sudah dewasa. Dengan LDKS, kami belajar untuk tidak hanya menjadi pemimpin bagi orang lain, tetapi juga menjadi pemimpin bagi diri sendiri yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab.

*) Image by Tim Media Sekolah Azzakiyah Islamic Leadership