KURUNGBUKA.com, SERANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten menyambut ulang tahun Provinsi Banten ke-24 sekaligus merayakan Hari Kunjung Perpustakaan dengan menghadirkan serangkaian kegiatan bertajuk “Library: Level Up Your Life” pada tanggal 30 September – 05 Oktober 2024 mendatang.

Hari Senin (30/09) kemarin dibuka dengan acara Talkshow bersama Boy Candra dalam tema “Strategi Menulis Kreatif” di halaman DPK Provinsi Banten yang dihadiri oleh puluhan pengunjung, mulai dari siswa dan gurunya, mahasiswa hingga pegiat literasi.

Boy menyapa mereka yang hadir dengan menceritakan kunjungan ketiga kalinya di Banten. Lalu dia mengisahkan perjalanan proses kreatifnya sampai bisa menjadi penulis.

“Kutukan orang dewasa harus bekerja. Saya tidak tahu kalau menulis bisa jadi pekerjaan profesional. Dulu saya nggak yakin bisa kerja di bawah tekanan orang lain. Karena mungkin saya masih muda, kayaknya nggak kuat. Waktu itu pilihannya jadi seniman,” kisahnya.

Ia mengaku mulai menelusuri hal apa saja yang mampu dia pelajari. “Waktu kecil saya suka membaca, suka baca buku Petruk, suka bercerita, jadi aya memutuskan ini bisa jadi pekerjaan saya,” ungkap penulis asal Padang, Sumatera Barat itu.

Menurutnya, seiring waktu pilihannya dapat berubah-ubah, namun pada akhirnya dia menetapkan menjadi penulis buku.

“Bagi saya, menulis buku itu sebagai aset. Ibaratnya kamu punya kos-kosan. Kadang ada yg ngekos, kadang sepi. Kalau nggak ada ya nggak apa-apa, paling tidak saya udah punya asetnya,” Boy menganalogikan kegiatan menulisnya.

Dalam sesi tanya jawab, ada banyak sekali yang mengajukan pertanyaan. Salah satu yang menarik tentang adanya media sosial.

“Apakah sebagai penulis Kak Boy merasa terancam adanya teknologi dan media sosial?” tanya salah satu pengunjung.

Boy menjawab dengan percaya diri. Menurutnya dia tidak khawatir akan adanya media sosial, justru bisa dijadikan alat untuk mempromosikan karya-karyanya.

“Saya tidak masalah dengan adanya media sosial, justru bisa menjadikan kita produktif. Pernah tidak kamu merasa kecewa ketika melihat ada kegiatan sastra atau semacamnya tetapi kamu tidak dilibatkan? Nah, buat panggungmu sendiri lewat media sosial. Tunjukkan kemampuanmu, proses kreatifmu, karya-karyamu di sana,” terangnya.

Boy menjelaskan dia tidak masalah dengan konten-konten joget-joget atau hal yang menurut banyak orang cukup mengganggu.

“Jika kamu terganggu dengan konten yang tidak sesuai, kita mesti melawannya dengan konten juga. Kalau kamu penulis, buat juga video-video edukasi terkait kepenulisan. Jangan cuma mengeluh, karena tidak akan menyelesaikan apa pun,” pungkasnya.

Acara berakhir ketika terdengar azan Asar berkumandang. Kegiatan hari itu ditutup dengan foto bersama dan penyerahan buku bagi yang bertanya sekaligus bincang-bincang santai Boy Candra dengan pegiat literasi di Banten. (dhe/rls)