KURUNGBUKA.com, SERANG – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mengger Membaca kembali menggelar kegiatan literasi dan belajar interaktif bersama anak-anak di Lingkungan Mengger, Kelurahan Kapuren, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Minggu (17/5).
Kegiatan kali ini menghadirkan penulis dan pegiat literasi Ade Ubaidil serta seniman Yudi Damanhuri sebagai tamu spesial untuk berbagi cerita, mendongeng, dan berinteraksi langsung bersama anak-anak.
Acara berlangsung hangat dan meriah dengan dihadiri lebih dari 30 anak usia 6 hingga 13 tahun. Antusiasme terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Anak-anak aktif berinteraksi, menjawab pertanyaan, hingga ikut mendongeng bersama para pemateri.
TBM Mengger Membaca sendiri telah berdiri selama 4 tahun 7 bulan sejak 24 Oktober 2021. Sebelum memiliki tempat belajar seperti sekarang, kegiatan belajar dilakukan sederhana di bawah pohon bambu.

“Tempat belajar yang kini digunakan dibangun secara swadaya oleh masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan ruang tumbuh anak-anak di kampung tersebut,” ungkap Evan Rifalni, selaku pendiri dan inisiator TBM Mengger Membaca ini, dibantu oleh teman-teman di kampungnya.
Selama berdiri, Mengger Membaca telah menjalankan berbagai kegiatan seperti belajar bersama, workshop kerajinan, days out, program Mengger Bercerita, hingga menjadi mitra kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM).
“Saat ini, TBM Mengger Membaca dijalankan oleh sembilan orang pengurus yang secara aktif mengembangkan aktivitas belajar kreatif bagi anak-anak,” imbuh Evan.
Menurut Ade Ubaidil, keberadaan ruang belajar seperti Mengger Membaca menjadi contoh baik bagaimana anak muda bisa mengambil peran nyata untuk lingkungan sekitarnya.

“Ini inisiatif yang baik dari pemudanya karena siapa lagi yang peduli pada kampung halaman kalau bukan kita sendiri yang peduli dengan masa depan anak-anaknya,” ujar Ade.
Sementara itu, Yudi Damanhuri menilai kegiatan literasi anak perlu terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih luas dan menyenangkan agar minat belajar anak semakin tumbuh.
“Kegiatannya bisa sesekali keluar dari buku selama masih berkaitan dengan seni. Misalnya melukis, bermusik, atau nonton film karena itu juga bisa memicu minat anak,” kata Yudi.

Pihak penyelenggara menyebut kegiatan berlangsung sesuai harapan. Interaksi yang terbangun antara pemateri dan anak-anak berjalan baik sehingga suasana belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Ke depan, Mengger Membaca berencana terus mengembangkan berbagai aktivasi belajar interaktif untuk menjaga semangat belajar anak-anak melalui metode bermain, bercerita, dan pendekatan kreatif lainnya (rls/dhe).
















