Kota Akan Meninggalkanmu Sebentar Lagi

: buat penyair kadek sonia piscayanti

kota tua yang kau sebut-sebut
dan diukir di kalungmu. mimpimu

sebentar lagi akan meninggalkanmu
jauh sebelum kau kira ia akan menetap
di kaki kuda, kacang rebus, dan mini bus
yang mangkal di depan rumahmu

taksi akan menjemputnya pergi
dan lengang hidupmu di keramaian
ketika ia bergegas melewati bangunan lama
menuju arsip baru

pergi jauh dari tempat tidurmu,
jauh dari janjinya akan menetap
dan tinggal bersamamu sekamar

tinggal menunggu waktu,
ia akan pergi dari mimpimu dalam sekejap.

sementara kalung di lehermu tak ubahnya nisan
yang mencekikmu secara perlahan

di sepanjang jalan utama
dan gedung-gedung baru
di samping rumahmu

merayaplah semua kata
menjadi dua pertanyaan;

kota ini menuju ke mana?
tertulis di gapura selamat datang
menyambut siapa?

Singaraja, 2026

***

Biarkan Kita Bebas Mengingat

: buat bela dwi ekasari

kereta,
berjalan melambat
menjemput penumpang lain
di satu stasiun

dan di sebuah gerbong
kita di dalamnya sedang mabuk
pada satu cawan arak sisa-sisa ingatan

dan kita tidak pernah tahu,
mau dibawa ke mana kita oleh ingatan

kereta itu berhenti,
dan di sana ada kenangan pada satu koper

di dalamnya ada dua wajah mirip kita
membatu berlumut yang tak lepas-melepas
dari saling mengingat sewaktu dulu,

kita turun membuka pintu keluar
lebih dekat dengan koper itu ketika berjalan
membukanya. lalu mengambil roti sisa membagi

ada remah roti terjatuh,
seperti remah ingatan

terus kereta melaju cepat
dengan orang baru
pergi kemana entah
pergi lebih jauh pada ingatan
kita sudah lama tunggu saling tahu
dan kereta tak lagi jalannya melambat
di sebuah stasiun,

ia pergi ke stasiun yang lain
lebih cepat.

“lebih kencang dari kuda larinya,
lebih cepat hilangnya dari buraq.”

lantas kita saling tatap,
lebih jauh menyesap sesal
pernah saling tinggal beratus tahun.

“biarkan kereta itu pergi,” katamu.
“tapi juga biarkan kita bebas mengingat.”

kereta semakin tak terasa jiwanya,
stasiun menjadi sepi.

tapi kita terus masih menatap-berpeluk
pada satu ingatan;

menutup koper yang menyimpan celana dalam
dan sikat gigi. sepotong roti belum habis,
juga cincin kawin yang tidak pernah terjadi,
ada di dalamnya.

2024-2025

*) Image by istockphoto.com