“Tiba-tiba, aku merasa kesakitan. Sangat sebentar, hampir tidak dapat dimengerti. Rupanya detak jantungku, bergeser ke luka dalam dan baru yang dibuatnya dalam diriku, lelaki ini, orang yang sedang berbicara denganku, orang yang juga menciptakan kenikmatan di sore ini. Aku tak mendengar perkataannya, aku berhenti mendengarkan. Ia melihat, berhenti. Kukatakan padanya untuk terus bercerita. Ia menurutinya. Aku mendengarkan lagi.”
(Margurite Duras, The Lover, Jalasutra, 2004)
KURUNGBUKA.com – Percakapan tak selamanya kenikmatan. Mereka yang berkencan, duduk berdua dan bercakap, berharap mendapat kenikmatan-kenikmatan yang membuatnya terlena. Apakah yang dimaksud kenikmatan? Kita menduga itu kata-kata yang dinantikan dan selalu diharapkan bakal diucapkan oleh sosok yang dikasihinya. Namun, kata-kata tidak muda dipesan. Yang mendengar kadang mendapatkan kata-kata yang mungkin sebaliknya atau berbeda.
Yang sedang kita ikuti adalah dua tokoh yang diciptakan Margurite Duras dalam novel berjudul The Lovers. Lelaki dan perempuan yang merasa terjalin tapi menanggungkan ragu dan bimbang. Pada saat bersama, percakapan bisa tentang pelbagai hal. Yang membuat mereka mampu membuat percakapan adalah kehendak dan hasrat yang susah mengelak. Bersama tapi sulit dalam meyakini kebenaran, keberanian, dan ketulusan.
Apakah percakapan di sore hari membuat lelaki dan perempuan mencipta asmara yang membahagiakan. Dua orang itu malah terjerat dilema-dilema. Namun, keduanya tetap harus “bersama” sebelum keputusan-keputusan yang menyakiti dan memulihkan segalanya. Maka, percakapan adalah memberikan kata dan kemampuan menunda atau menyembunyikan kata saat ada telinga yang menantikannya.
Perempuan itu kesakitan, yang tentu tidak mutlak disebabkan percakapan. Raga dalam percakapan boleh manja atau kaku. Tokoh yang dibuat Margurite Duras mengerti kuasanya atas raga dalam berhadapan dengan orang lain dan selaras di suatu tempat sekaligus guliran waktu. Yang dirasakannya adalah sakit. Yang membaca mengimajinasikan ia terpengaruh kata-kata yang terucap oleh lelaki yang memiliki jalan dan kiblat berbeda. Percakapan yang menajamkan perbedaan atau pertentangan. Namun, percakapan tidak harus selesai.
Bagaimana pembaca memahami tokoh yang menyatakan kenikmatan dan kesakitan yang dialaminya selama percakapan? Apakah berdua saat sore hari itu usaha menerima berkat dan menolak petaka? Dua tokoh yang sangat sulit dalam titik temu memahami kata-kata dan dampaknya. Percakapan memungkinkan dampak yang lekas terasakan. Ada pula yang dampak-dampak itu diterima setelah berlalu melalui usaha mengingat dan menilai ulang.
Pada saat percakapan, siapa yang paling bergairah bercerita? Siapa yang hanya ingin mendengar? Kita membayangkan percakapan adalah “kesepakatan” bergantian memberi kata-kata. Mulut dan telinga dalam peristiwa yang dipengaruhi waktu dan sikap tubuh. Namun, kesepakatan sering tidak seimbang. Kondisi yang membingungkan berakibat kata-kata yang disampaikan jarang benar, tulus, dan terang. Kata-kata itu terucap ketimbang hening dan macet. Yang memberikan telinga ingin mendapat kata-kata yang lancar dan sesuai keinginan meski sadar bahwa percakapan sedang goyah.
Keinginan mendapatkan cerita apik dan indah melalui kata-kata di arus waktu seperti menuntut kepada yang bercerita. Kencan tidak menjanjikan pemenuhan segala rencana. Yang terjadi bisa di luar perjanjian, membelok jauh dari rencana. Bertemu dan berbagi kata itu kepantasan agar sah “bersama”, sebelum ada gejolak dan ralat hubungan.
“Aku mendengarkan lagi,” permintaan tokoh yang dipenuhi tapi sempat mengalami keterputusan dalam penerimaan kata-kata. Ia yang dilanda kenikmatan dan kesakitan, yang tidak ingin diketahui oleh sosok yang dimintanya bercerita. Akhirnya, kita menyimak persoalan-persoalan yang berpusat dalam peristiwa percakapan dan berhak meragukan pembuktian “bersama” melalui kencan saat sore, sebelum malam memberi berkat yang berbeda.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<











