KURUNGBUKA.com – Hubungan kakak dan adik biasa dikuatkan oleh rasa ingin tahu dan persaingan gengsi. Mereka ingin menuntut banyak keterangan tapi menyimpang misi-misi yang mengejutkan. Kakak biasanya menjadi sasaran rasa ingin tahu adik. Masalah umur dan pengalaman sangat berpengaruh. Pada saatnya kakak menjadi contoh. Namun, adik tidak selamanya tergantung kakak dalam membuat pengalaman-pengalaman yang mengesankan.
Di novel berjudul Teman-Teman Adikku yang Nakal (1983) gubahan Dorothy Edwards, kita menyimak jalinan kakak dan adik yang disahkan melalui pengalaman yang diceritakan. Adik menjadi pihak yang sangat ingin mengetahui pengalaman kakak. Padahal, kakak tidak bisa menceritakan semuanya. Yang membuat mereka dalam percakapan cerewet adalah rasa ingin tahu dan “pamer”.
Kakak sering diajak pergi berkunjung ke rumah teman ibu yang berada di kota berbeda. Pengalaman itu menyenangkan. Yang menjadi masalah adalah adik, yang belum pernah ikut berkunjung dan menginap.
Diceritakan: “Adikku tak henti-hentinya bertanya padaku tentang kunjungan itu. Dan, jika aku sudah selesai menceritakan segalanya, dia akan bertanya dari mula lagi. Sebab, dia senang sekali mendengarkan cerita itu.”
Adik yang penasaran dan menjadi penikmat. Adik yang tidak ingin cerita-cerita cepat selesai, rela bila diulangi. Kakak memberi cerita dengan sungguh-sunggu tapi memerlukan kesabaran. Dirinya merasa istimewa. Yang dialaminya ingin semua diceritakan meski sulit terjadi.
Adik yang mendapat cerita mulai membayangkan jika dirinya ikut pergi. Namun, adik memiliki beberapa alasan untuk ikut atau tidak ikut. Cerita-cerita yang telah didapatnya cukup menebus rasa ingin tahu tapi menimbulkan masalah-masalah selanjutnya, yang tidak mudah dimengerti.
*) Image by shopee.co.id
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<












