KURUNGBUKA.com – Pagi tidak selalu sama setiap hari. Anak-anak memilih pagi-pagi yang libur. Mereka mungkin lelah dan bosan jika semua pagi adalah awalan untuk sibuk belajar di sekolah. Yang diinginkan adalah pagi-pagi libur. Artinya, anak-anak memiliki kebebasan yang menyenangkan dibandingkan keharusan pergi ke sekolah. Maka, pagi di hari libur adalah pagi yang istimewa.
Anak itu bernama Madicken. Ia diceritakan dalam novel yang berjudul Madicken dan Lisabet (2005) gubahan Astrid Lindgren. Madicken bangun dengan semangat yang ceria. Ia merasakan kehidupan yang istimewa sejak pagi. Bangunnya adalah bukti keinginan memiliki hari yang istimewa, tidak mau menyia-nyiakannya. Yang sempat terpikir: “Tetapi, sekarang ini, dia merasa sama hidupnya seperti air sungai kecil yang mengalir di depan halaman.”
Hidup yang mengalir. Madicken yang mengalir sejak pagi meski ada hal-hal yang membuatnya bingung dan sebal. Yang pasti, bangun pagi adalah berkah. Kehidupan yang dimulai dari pagi biasanya memberi hikmah-hikmah penting. Madicken mengalaminya tapi tidak mudah mencerna segala kejadian dan omongan dalam keluarga atau tetangga. Pengalaman memiliki pagi setidaknya membuatnya sadar bahwa hari-hari tidak harus membosankan.
Yang berani bangun pagi, yang berani menikmati hidup. Madicken kadang punya pemikiran-pemikiran yang cukup mendalam saat masih pagi. Ia mengerti hari bisa terasa panjang dan mengasyikkan. Syarat yang terpenting adalah pagi bukan himpunan masalah-masalah yang ruwet. Madicken tidak mau paginya terlewat dengan tidur. Maka, ia bangun dan menjadikan hidupnya mengalir dengan bahagia.
*) Image by Doriantari
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<











