KURUNGBUKA.com – Belakangan ini lagu Selalu Ada di Nadimu menjadi salah satu lagu yang sering muncul dan viral di media sosial. Lagu tersebut kerap dijadikan sebagai backsound foto atau video yang berseliweran di berbagai platform. Selalu Ada di Nadimu yang dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari merupakan sebuah lagu yang menjadi original soundtrack sebuah film animasi berjudul Jumbo yang kini tengah gencar di dunia perfilm-an Indonesia. Tidak hanya anak-anak, film animasi ini juga banyak diminati oleh orang dewasa.
Satu di antara berbagai alasan lagu tersebut viral adalah lirik lagu Selalu Ada di Nadimu diawali dengan sebuah huruf yang apabila dirangkai secara keseluruhan membentuk sebuah kalimat yang indah.Kalimat yang dimaksud bertuliskan, “Kami akan selalu ada di nadimu”. Bahkan melodi indah yang disajikan dalam lagu ini turut menarik lebih banyak pendengar dari hari ke hari.
Selalu Ada di Nadimu adalah sebuah lagu yang menggambarkan cinta abadi ibu terhadap buah hatinya.Melalui lagu ini dapat dirasakan dengan begitu jelas untaian doa, harapan, dan kehangatan yang tergambar dari sosok ibu kepada anaknya. Lirik lagu Selalu Ada di Nadimu berkaitan erat dengan apa yang disampaikan dalam film Jumbo.
Film Jumbo mengisahkan seorang anak yatim piatu berusia 10 tahun bernama Don. Ia sering diremehkan dan dijauhi hanya karena tubuhnya yang besar. Don mempunyai sebuah buku dongeng warisan orang tuanya, yang penuh ilustrasi dan cerita ajaib. Buku tersebut bukan hanya kenang-kenangan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan pelarian bagi Don dari dunia yang terasa tidak ramah karena kerap diremehkan oleh teman-temannya.Don berupaya membuktikan kemampuannya dengan mengikuti sebuah pertunjukan bakat, yang mana ia berencana menampilkan sandiwara panggung yang terinspirasi dari buku cerita peninggalan orang tuanya. Namun, seorang temannya mencuri buku tersebut, membuatnya putus asa.
Beruntungnya, Don selalu mendapat dukungan dari Oma dan sahabat-sahabatnya, Nurman dan Mae. Di tengah keputusasaan, Don bertemu dengan Meri (roh anak-anak) yang meminta bantuannya untuk menemukan orang tuanya. Ia pun berupaya untuk mendapatkan kembali buku warisannya itu. Pertemuan ini mengawali petualangan penuh keajaiban pun dimulai, mengubah pandangan Don terhadap dirinya sendiri mengajarkan arti persahabatan sejati, keberanian, dan kepercayaan diri dan mempererat tali persahabatan yang baru terbentuk.
Sekilas film Jumbo ini sama seperti film animasi pada umumnya yang menampilkan visual menarik dan juga karakter-karakter yang lucu yang ada di dalamnya, namun di balik kelucuan film tersebut ada banyak sekali pelajaran yang bisa diambil.
Pertama, film Jumbo mengingatkan kita bahwa “tidak ada manusia yang benar-benar jahat atau baik” karakter Atta pada film tersebut awalnya membuat banyak orang mengira bahwa Atta adalah anak yang bandel atau nakal. Namun pada beberapa scene selanjutnya, terjawablah mengapa Atta bersikap demikian. Kehidupan Atta yang penuh dengan luka, sering menahan emosi dan serba kekurangan membentuk Atta menjadi seorang anak yang keras kepala dan suka merundung teman. Namun pada akhirnya kemudian kita sadar bahwa dia anak yang berbakti dan berhati lembut.
Ada juga anak yang terlihat paling baik, ramah, sabar, kuat tapi di dalamnya ia penuh rasa marah dan lelah karena terus merasa harus membuktikan diri, inilah yang terlihat dari diri seorang Don tampak egois dan butuh validasi.
Jadi siapa yang salah dan siapa yang benar? Atta tidak jahat, Don juga tidak sepenuhnya benar. Mereka cuma anak-anak yang tumbuh dari lingkungan, luka, dan rasa ingin dimengerti. Peristiwa tersebut mengajarkan kita untuk lebih berempati terhadap orang lain. Karakter Pak Rusli selaku kepala desa juga memberikan pesan bahwa tidak semua orang yang terlihat baik itu memang baik. Bisa jadi sebaliknya…
Kedua, “janji itu bukan cuma kata-kata tapi komitmen“. Pada film ini, terdapat scene ketika Don sempat ingkar janji ke Meri. akibatnya retaklah kepercayaan. Pada saat itu Don hanya fokus dengan dirinya dan melupakan janji yang sudah ia buat dengan Meri. Pada saat itu Don ditinggalkan oleh kedua teman baiknya. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa ternyata janji kecil bisa jadi hal besar bagi orang lain.
Ketiga, “jangan sibuk didengar tapi belajar juga untuk mendengar”. Di film tersebut terdapat scene ketika Don sempat terlalu fokus ke dirinya sendiri. Tapi ternyata teman-temannya juga punya cerita dan luka yang sama.
Keempat, “tidak akan ada perubahan kalau kita gak keluar dari zona nyaman”. Awalnya Don takut gagal ketika ia mengikuti sebuah perlombaan unjuk bakat, ia begitu bersemangat ketika mendaftar, sewaktu ia latihan ia sempat merasa ingin menyerah karena ia merasa bakat yang akan ia tampilkan tidak menarik. tapi begitu dia tampil semua bisa berubah. Hal tersebut mengajarkan kita bahwa teradang kita harus lompat dulu baru sadar ternyata kita bisa terbang.
Film Jumbo ini juga sedang hangat dibincangkan di Balita Schooling Azzakiyah Islamic Leadership. Anak-anak kerap membicarakan dan memperagakantiap karakter di film tersebut. Hampir seluruh anak-anak mengaku sudah menonton film animasi tersebut. Mereka hafal betul nama-nama karakternya, lagunya, bahkan beberapa anak sempat membuat saya kagum ketika mereka menyampaikan pesan yang dapat ia ambil dari film tersebut.
“Don itu baik tapi dia gak mau dengerin teman-temannya Ms” … “Saya gak suka sama Atta Ms, dia jahat, suka ambil barang milik orang lain” … “Kita ga boleh ejek teman kita, bilang gendut gitu Ms gaboleh, itu kan bullying Ms” … “Don gak tepatin janjinya ke Meri Ms, makanya dia ditinggalin sama Nurman dan Mae” … “Kita harus dengerin orang lain juga Ms, gak boleh cuma mau didengerin aja” … “Saya pikir pak kepala desa itu baik, tapi ternyata ada niat jahatnya Ms” … “Oiya Ms, Meri itu kayak Abbas ibn Firnas ya yang kita pelajarin, soalnya kan sama sama terbang gitu? kalau Abbas Ibn Firnas kan juga selalu ingin terbang, kek Meri dong gitu.”
Kalimat-kalimat itu yang saya dapat dari mereka ketika saya bertanya seputar pelajaran-pelajaran apa yang bisa kita ambil dari film jumbo.
Tidak hanya belajar di sekolah dan duduk di dalam kelas, bahkan film animasi sekalipun bisa membawa banyak sekali pelajaran untuk kita. Film animasi “Jumbo” berhasil menyampaikan pesannya. Sehingga tidak hanya terhibur, anak-anak juga mendapat pelajaran yang akan mereka aplikasikan di kehidupan sehari-hari.
*) Image by Visinema Studios
















