KURUNGBUKA.com – Anak yang berbohong merasa bersalah. Namun, ia bingung dalam memutuskan untuk menyatakannya atau menyembunyikannya. Kebohongan itu membuatnya sadar akan mendapat hukuman, menimbulkan malu, dan menyusahkan. Anak belajar tentang bohong dari orang-orang terdekat atau sumber-sumber lain. Bohong mudah dimengerti dan tidak sulit dilakukan meski pengalaman pertama kadang sangat mendebarkan.
Kita mengetahui anak yang berbohong dalam novel berjudul The Magician’s Elephant (2009) gubahan Kate DiCamillo. Bocah yang mengalami peristiwa membingungkan, yang akhirnya memilih berbohong. Anak bernama Peter membawa uang menuju pasar. Sejak mula, ia sudah memiliki tujuan membelanjakan uang untuk makanan. Di pasar, ada godaan yang sulit dihindari. Akibatnya, uang tidak digunakan membeli makanan.
Anak yang lugu terbujuk pengumuman yang dipasang di tenda peramal. Hanya dengan uang sedikit, peramal akan memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sulit. Anak itu penasaran. Keraguan sempat muncul: membelanjakan untuk makanan atau menggunakan uang diserahkan kepada peramal. Yang terjadi, ia mendatangi peramal. Uang untuk jawaban yang dinantikannya sejak lama. Peter menyatakan: “Aku terpaksa berbohong. Padahan, berbohong itu tidak baik.”
Anak yang tidak beruntung nasibnya. Ia ingin mengetahui kondisi saudara perempuannya: hidup atau mati. Yang dikatakan kepada peramal: “Kau harus memberitahuku sesuatu yang belum aku ketahui.” Maka, ia mengajukan pertanyaan dengan bayaran uang. Peramal memberi jawaban yang tidak mudah diterima: benar atau salah. Jawaban yang dinanti terucap bahwa adik perempuannya masih hidup, berada di tempat yang berbeda. Peter ingin mencarinya.
*) Image by Books and Collection
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<












