KURUNGBUKA.com – Pada awalnya, anak meminta dibelikan benda-benda mainan. Orangtuanya menuruti berdasarkan keinginan anak. Ada yang menginginkan mobil-mobilan, bonek, robot, pistol-pistolan, dan lain-lain. Konon, pilihan benda mainan yang bisa menerangkan dunia (imajinasi) yang dicipta anak. Yang bermain, yang mencipta dunia dengan dirinya yang “berkuasa”.

Anak-anak pun membesarkan rasa penasaran dengan benda-benda yang lebih rumit. Mereka menyukai benda-benda elektronik dan otomotif. Yang membuatnya tertarik adalah rupa, suara, warna, gerak, dan lain-lain. Benda-benda yang besar, yang melampaui kebiasaan bermain dengan benda-bneda yang berukuran kecil. Maka, anak berani membentuk dunianya dengan pelbagai mesin meski secara pasif.

Kita mengamati anak dan mesin melalui novel berjudul The Candy Makers (2011) gubahan Wendy Mass. Yang diceritakan tentang tokoh dan mesin: “Daisy tahu bahwa dia tidak perlu berpura-pura menjadi seorang anak yang masuk ke dalam sebuah pabrik permen. Indra-indranya langsung menyala. Dengungan dan derum lembut mesin-mesin.” Ia yang merasakan ketakjuban gara-gara mesin. Apakah ia hanya memberi perhatian besar untuk mesin?

Pengalaman yang dimiliki Daisy: “Aroma manis yang memenuhi udara. Warna-warna cemerlang, berkas-berkas cahaya dari langit-langit. Semua membuatnya benar-benar terkesima.” Anak yang berbahagia dengan mesin. Di pabrim semen, ia menemukan mesin yang memberikan imajinasi-imajinasi membahagiakan. Hal yang terpenting adalah permen.

Anak dan permen itu keniscayaan. Namun, pembaca harus juga memperhatikan anak yang mengetahui pabrik, yang berhadapan dengan mesin. Anak mengetahui permen bukan hanya di toko atau bugkusan-bungkusan permen yang ada dalam saku.

*) Image by Dojo Books

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<