“Peta pertama yang aku buka adalah peta terbitan Israel. Aku menelusuri posisiku sekarang berdasarkan angka yang tertulis di plang samping jalan. Darinya, aku mengetahui tidak lama lagi akan sampai di tempat tujuan…. Aku lantas mengambil peta yang menggambarkan Palestina hingga tahun 1948, tetapi segera kututup karena membuatku kena serangan panik. Desa-desa Palestina, yang tampaknya telah ditelan samudra kuning di peta terbitan Israel, menyeruak di peta. Jumlahnya puluhan, nama-namanya seolah ingin melompat keluar dari peta untuk menyerbuku.”
(Adania Shibli, Detail Kecil, Bentang, 2024)
KURUNGBUKA.com – Palestina itu sumber berita, yang belum selesai sampai sekarang. Yang mau membuat kliping pasti kewalahan dalam menyusun dan memberi tanda-tanda. Tumpukan kliping dari koran dan majalah akan membuat yang membacanya campur aduk dalam berpendapat atau mengungkapkan perasaan-perasaan.
Palestina pun puisi. Kita sudah sulit menghitung jumlah gubahan puisi mengenai Palestina, dari masa ke masa. Yang pasti Palestina adalah cerita. Kita memerlukan ribuan jam bila ingin khatam ratusan cerita bertema Palestina ditulis para pengarang dari pelbagai negara.
Yang ditulis berkaitan konflik tak rampung-rampung: Palestina – Israel. Duia terus sibuk oleh beragam kejadian yang jarang memberi pengharapan terciptanya damai. Konon, orang-orang percaya konflik itu abadi. Ada yang menyatakannya berpijak kitab suci. Para pengamat yang paham politik-global pun menganggap konflik itu terlalu panjang.
Kita sedang membaca cerita. Detail Kecil yang digubah Adania Shibli membuat pembaca tercengang. Pembaca yang diserang resah. Pilihannya, mata tetap terbuka membaca cerita atau sejenak terpejam untuk mengendalikan situasi yang tercipta.
Yang sangat penting adalah peta. Konflik yang rumit dapat dilihat melalui pembuatan peta-peta oleh pelbagai pihak. Peta yang menandai tempat-tempat sudah dikuasai. Artinya, ada yang kehilangan setelah pencaplokan atau penguasaan yang keji. Maka, peta yang dibuat Israel dan Palestina adalah perbedaan nasib.
Yang tampak dalam peta adalah tanda-tanda yang mengisahkan kematian, penghancuran permukiman, penangkapan, dan lain-lain. Kita mengetahui kemenangan itu milik yang bersenjata macam-macam dengan pendanaan besar dan kesanggupan untuk kejam.
Tokoh yang membuka peta. Ia memiliki reaksi berbeda saat membaca peta buatan Israel dan Palestina. Peta-peta terus dibuat berbarengan kejadian-kejadian dan penanda tahun. Peta yang cepat berubah membuktikan Israel sengaja melakukan penguasaan yang banyak melanggar hukum-hukum internasional dan moral.
Peta dalam cerita membuat pembaca ikut memikirkan situasi buruk yang terjadi di Palestina. Tanahnya makin menyempit dan “dihilangkan” berdasarkan peta terbitan Israel. Nafsu terus menguasai tanah belum selesai sampai abad XXI. Sehingga, kamus yang terbaru pasti makin membikin panik. Yang diceritakan Adania Shibli cukup membuat para pembaca “marah” tapi sadar sulit melakukan tindakan-tindakan yang mencegah atau melawan. Dari hari ke hari, kekuatan Israel justru makin membesar.
Yang dipikirkan adalah desa dan nama. Konflik mengakibatkan desa-desa itu “menghilang”. Nama-nama lama tinggal kenangan, digantikan penamaan oleh yang menguasai. Pada cerita yang getir, kita mengimajinasikan peta yang mengandung kepedihan, kebiadaban, nostalgia, dan lain-lain. Kita sekadar membaca cerita tapi menyadari bahwa konflik yang terlalu lama itu membuat dunia berduka, yang tak pernah selesai.
Namun, banyak kegagalan dalam usaha merampungkan konflik Israel – Palestina. Kita seperti menunggu epilog yang buruk meski tetap ada harapan-harapan. Cerita yang membawa Palestina itu seolah peringatan besar, yang datang kepada kita dengan seribu tanda seru. Kita mengetahui tapi dunia memang sedang menggelar penderitaan yang panjang akibat politik-keji yang belum ada lawannya.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<







