Badai Bulan Juni
Untuk Sapardi Djoko Damono
Bagaimana bisa kujelaskan pada pak Sapardi
bahwa ada yang lebih tabah dari hujan yang jadi badai di bulan Juni
dipeluknya cahaya dalam ponselnya
agar ibadah jempolnya menjadi penerang di kala gelapnya malam.
Bagaimana bisa kujelaskan pada pak Sapardi
bahwa ada yang lebih bijak dari hujan yang jadi badai di bulan Juni
disinggahinya warung-warung kopi
yang menyala dan dipenuhi banyak sepi.
Bagaimana bisa kujelaskan pada pak Sapardi
bahwa ada yang lebih arif dari hujan yang jadi badai di bulan juni
dijadikannya rumah sedih itu
tempat berteduh bagi orang-orang yang termangu.
***
Tak Ada Riasan di Kota Medan
Medan uring-uringan
riasannya dikabarkan mengalami gangguan
orang-orang pada keluyuran
klakson dan macet berpacaran
beberapa orang berdoa
dengan tangan yang dihinggapi nyamuk.
“Ya Tuhan, nyalakan sinyal ponsel kami.”
*) Image by istockphoto.com
















