KURUNGBUKA.com – Film Sore: Istri dari Masa Depan menjadi film yang kini tengah dibincangkan di dunia maya. Sebuah kisah fiksi yang cukup membuat penonton merasa lelah setelah menyaksikan film ini. Sore dan Jonathan merupakan pemeran utama dalam film ini. Sore, seorang wanita yang datang dari masa depan dan mempunyai misi membawa Jonathan menuju hidup lebih baik lagi dengan harapan ia akan berumur panjang. Dan Jonathan, seorang pria yang memilih Kroasia sebagai tempat pelariannya.

Pemilihan Kroasia sebagai latar tempat film ini adalah ide terbaik menurut saya, negara di Eropa Selatan ini mungkin terasa asing bagi penonton Indonesia. Namun pemilihan Krosia bukan hanya karena keindahannya, melainkan juga karena budayanya, kebiasaan hidup dan sosialnya yang berbeda jauh dari Indonesia.

Kroasia memiliki kota-kota kecil yang tenang, salah satunya Grožnjan, sebuah kota kecil yang tenang dan juga menawan. Kota ini merupakan daerah yang ramah bagi pejalan kaki. Masyarakat di kota ini terbiasa dengan berjalan kaki, bersepeda atau jogging, bahkan aktivitas tersebut sudah menjadi rutinitas bagi penduduk Grožnjan. Jalanan kota ini cukup lapang, udaranya bersih, dan juga memiliki ruang terbuka yang terawat. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kehidupan di Indonesia, dimana kota-kota besar penuh dengan kemacetan, polusi udara dimana-mana, banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar, kendaraan  bermotor yang juga melintas di trotoar dimana seharusnya trotoar digunakan untuk pejalan kaki.

Di beberapa daerah di Indonesia juga sudah memberikan ruang berolahraga namun belum banyak masyarakat yang melek tentang gaya hidup sehat. Olahraga di Indonesia lebih bersifat ke komunitas atau sekedar hobi di akhir pekan. Iklim Indonesia yang tropis dan panas juga membuat masyarakat merasa panas dan kelelahan jika ingin berolahraga, sedangkan Kroasia memiliki 4 musim, sehingga pada musim  semi dan gugur, sebagian besar penduduknya akan berolahraga.

Kesadaran hidup sehat untuk masyarakat Indonesia masih sedang bertumbuh, namun gaya hidup pasif dan konsumsi makanan cepat saji masih tinggi. Sedangkan di Kroasia, Gaya hidup aktif lebih dominan, termasuk makanan dan olahraganya.

Dari sisi sosial, budaya Kroasia juga memiliki ciri khas tersendiri, kebiasaan minum alkohol menjadi bagian dari interaksi sehari-hari, sesuatu yang berbeda dari norma masyarakat Indonesia. Di Indonesia Sopan santun dan juga rasa hormat kepada orang yang lebih tua sangat dijunjung. Sedangkan pada masyarakat Kroasia, sopan namun bersifat egaliter, dimana hubungan antar generasi lebih setara. Pada masyarakat Indonesia, menyela pembicaraan pada saat orang tua berbicara adalah suatu bentuk perilaku tidak hormat, sedangkan pada masyarakat Kroasia, ikut berdiskusi pada saat ada orang tua yang berbicara adalah bagian dari pembelajaran sosial.

Beberapa perbedaan tersebut menjadi pendukung pemilihan Kroasia sebagai lokasi film Sore: Istri dari Masa Depan. Jonathan, seorang pria yang mencoba melarikan diri dan menemukan negara yang cocok untuknya, negara yang bebas, kota yang sunyi, tenang dan memberinya kesempatan untuk memulai hidup yang baru. Kroasia tidak dipilih bukan hanya karena letak geografisnya, namun juga metafora bagi perubahan dan juga perjalanan batin Jonathan, si tokoh utama.

Film ini tidak hanya menyuguhkan cerita tentang hubungan dan juga pilihan hidup, tetapi juga menyentuh isu yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia: kesehatan dan olahraga. Beberapa waktu terakhir, olahraga lari semakin marak di berbagai kota besar, salah satunya Medan. Komunitas lari bermunculan, kegiatan marathon seperti car free day dan semacamnya kini rutin dilakukan, gaya hidup sehat mulai diperhatikan oleh generasi muda. Namun tren ini sering kali berbenturan dengan kondisi nyata: infrastruktur kota yang belum mendukung.

Kebanyakan trotoar di kota-kota besar di Indonesia dipenuhi dengan pedagang kaki lima yang menyebar dimana-mana, trotoar yang kotor dan sering menjadi lahan parkir. Jalanan juga penuh dengan kendaraan bermotor yang membuat aktivitas seperti berlari terasa berbahaya.

Dari sekian banyak film yang saya tonton di layar lebar, film Sore: Istri dari Masa Depan menjadi salah satu film yang cukup melekat di kepala saya beberapa waktu belakangan ini, alur cerita yang menarik, pemandangan yang indah dan juga soundtrack yang melekat dengan cerita. Film ini bukan sekedar perjalanan cinta yang membosankan namun juga tentang pilihan hidup.

Olahraga adalah cara yang sederhana untuk berdamai dengan diri sendiri. Film ini memberi pesan bahwa setiap orang pada akhirnya harus berhenti sejenak, menatap masa depan dan berani melangkah. Sore lalu hadir dalam hidup Jonathan untuk mengingatkan bahwa pelarian tidak akan pernah menyelesaikan apapun.

Dengan demikian, film ini bukan hanya soal kisah romantis dengan latar indah Kroasia, tetapi juga soal belajar dari sindiran halus film ini terhadap gaya hidup kita. Dan yang paling penting, film ini mengingatkan bahwa olahraga bukanlah tren sesaat, melainkan investasi untuk masa depan.

Hadirnya sosok Sore di kehidupan Jonathan membuat saya berpikir bahwa seberat apapun permasalahan hidup yang sedang kita hadapi, akan selalu ada orang yang ingin melihat kita “bersemi dan bermekaran”.