ADAM’S APPLE

/1/

Semenjak Tuhan menitahkan semesta untuk 
melahirkan ruang dan waktu; 
Surga menutup pintunya rapat-rapat 
dari kita, Dam, setelah Nāḥāš meminta 
kita memakan buah terlarang yang sedang 
kau genggam—kita terbangun 
dengan saling menutupi tubuh 
masing-masing.  

Namun, buah itu rupanya ingin selalu
dikenang sepanjang masa sebagai penanda 
bahwa kita pernah amatlah suci;
Ia menjelma seonggok tulang di 
tenggorokan anak lelakimu. 

/2/

Buah yang kau gigit itu, Dam, 
membuat Isaac Newton terbangun dari 
mimpinya dengan sebuah 
kesadaran baru; ada hal tak kasat mata 
yang menahan kita sehingga tak bisa terbang 
untuk pulang kembali ke surga, 

kesadaran yang kemudian menginspirasi 
Steve Job menemukan cara agar paling tidak
anak-anak kita bisa saling menemukan satu 
sama lain secara singkat dalam beberapa 
ketukan; tidak seperti kita yang tersesat karena 
tak bisa memberikan kabar lokasi masing-masing 
saat otw meet up begitu terdepak 
dari surga. 

Sleman, 4 Juli 2022

***

PEMAKAMAN

Semenjak babad kudeta pertama telah
poranda, tidak sedikit rasa yang berguguran
satu-persatu—mereka yang tak berkesempatan
menaklukkan singgasana dalam kerajaanmu,
kali ini telah bergeletakan di sepanjang jalan menuju
gerbang utama; mengantarkan pulang
nama masing-masing rasa yang telah
bersimbah darah.

Madiun, 16 November 2024

*) Image by istockphoto.com