KURUNGBUKA.com – Yang tidak betah di rumah bobrok memerlukan penebusan. Tiga anak merasa sedikit bahagia saat berkunjung ke rumah tetangga. Maksudnya, mereka tidak selalu terkurung dan menanggungkan seribu derita. Rumah yang bobrok tidak harus menjadikan hidup mereka ikut bobrok. Maka, kunjungan ke rumah tetangga yang apik memberi percik-percik bahagia. Mereka dalam pengalaman yang sedikit mengurangi sengsara.

Lemony Snicket dalam novel berjudul The Bad Beginning (2003) menceritakan tiga anak yang dipaksa membuat masakan tapi bingung. Yang terjadi adalah undangan tetangga untuk memasuki perpustakaan. Di ruangan itu terdapat buku-buku yang berguna dalam agenda mereka untuk memasak sesuai perintah penguasa di rumah bobrok.

Pembaca ikut hadir bersama tiga anak dalam perpustakaan. Pengarang menceritakan: “Buku-buku itu tersusun dalam rak-rak yang menutupi dinding, dari lantai hingga langit-langit. Dan, masih ada rak-rak lainnya di tengah ruangan.” Pemandangan yang bikin terkesima. Tiga anak yang ingin merebut lagi bahagia yang perlahan hilang atau kabur akibat petaka-petaka.

Yang memasuki perpustakaan memberikan tatapan yang serius. Selanjutnya: “Di satu-satunya sudut yang tidak menyimpan buku terdapat beberapa kursi besar yang kelihatan nyaman dan meja kayu yang di atasnya tergantung beberapa lampu yang cocok untuk membaca.” Perpustakaan yang menggembirakan. Anak-anak yang bertemu lagi buku-buku. Namun, mereka sadar kunjungan tidak lama. Artinya, mereka tetap wajib kembali ke rumah bobrok. Selama di perpustakaan, membaca buku pun tergesa. Kita yang membaca kisah mereka dibuat percaya bahwa perpustakaan bisa menjadi tempat gembira. 

*) Image by summerbook

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<