KURUNGBUKA.com, YOGYAKARTA – (06/05/2025) Shira Media memperkenalkan PATA, karya perdana Mun Kayoung, aktris Korea Selatan yang dikenal luas melalui drama True Beauty (2020), Find Me in Your Memory (2020), dan My Dearest Nemesis (2025). Diluncurkan di Indonesia pada bulan ini, buku ini menghadirkan sisi lain Mun Kayoung sebagai penulis yang merenungi kehidupan,
identitas, dan emosi dengan gaya puitis namun tajam.
PATA bukan sekadar buku, melainkan perjalanan batin Mun Kayoung yang terbagi dalam tiga bagian: Catatan Keberadaan, yang mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan besar melalui pengalaman sehari-hari; Catatan Pemikiran, yang mengungkap pemikiran jujur tentang diri dan dunia; dan Pengasuhan Ayah, yang membahas bagaimana relasi ayah dan PATA diceritakan melalui sudut pandang orang tua. Keunikan buku ini terletak pada kutipan dari buku harian sang ayah, yang menawarkan perspektif emosional tentang perjalanan hidup Kayoung.
Kisah di Balik Mun Kayoung

Nama Mun Kayoung menyimpan cerita istimewa. Dalam wawancara bersama Tatler Asia pada 14 Agustus 2024, Kayoung mengisahkan bahwa saat ibunya mengandung, ia mengalami mimpi tentang archeopteryx—burung dinosaurus yang terbang membawa permata indah. Dalam budaya Korea, mimpi seperti ini dianggap sebagai pertanda masa depan anak. Gambar burung tersebut kini diabadikan Mun sebagai tato di punggungnya, menjadi simbol perjalanan dan jati dirinya.
Dengan lebih dari 12 juta pengikut di Instagram, Mun Kayoung kerap membagikan momen perjalanannya, dari menikmati gelato pistachio hingga mengabadikan keindahan dunia. Kesuksesannya tidak hanya terbatas di layar kaca. Ia juga menjadi duta global merek TUMI untuk kampanye musim gugur 2024, yang mengajak publik menelusuri kesehariannya di Seoul.
Melalui PATA, Mun Kayoung menunjukkan sisi lain dari dirinya—sebagai manusia yang berpikir, merasa, dan mencari makna dalam hidup.
PATA di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara yang menerbitkan terjemahan PATA, menjadikan buku ini sangat spesial bagi penggemar dan pencinta sastra. “PATA adalah Mun Kayoung yang autentik. Ini bukan hanya tentang aktris yang kita kenal, tapi tentang manusia di baliknya,” ujar Puput Alvia, editor buku ini.
Literatur Korea Selatan telah lama digemari di Indonesia, namun karya sastra yang ditulis langsung oleh aktor atau aktris Korea masih jarang ditemui. Setelah sukses menerbitkan Blonote karya Tablo, Shira Media kini dengan bangga mempersembahkan PATA, sebagai karya kedua dari artis Korea yang masuk dalam katalog penerbit berbasis di Yogyakarta ini. Buku ini menegaskan komitmen Shira Media dalam menghadirkan karya-karya inspiratif dan reflektif bagi pembaca Indonesia.
Shira Media adalah penerbit independen yang berbasis di Yogyakarta, dengan visi menghadirkan literasi berkualitas dari dalam dan luar negeri. Melalui buku seperti PATA, Shira Media terus berupaya mempersembahkan bacaan yang menggugah pikiran, memperkaya jiwa, dan menyentuh sisi personal para pembacanya. (rls/dhe)











