Menjenguk Rumahmu
di Belakang Rumah Masa Kecil

kau paru-paru dalam perjalananku
telah terbaring tak berkedip
pada kerlip cahayamu selalu kunanti.
diri ini satu & masih berantakan
dari ribuan doamu
tak tertabur karena kenakalanku.

dulu anak muda itu adalah aku
diminta meminum air kelapa muda
mudah pengharapan mudah penghargaan
kureguk suatu kelembutan
tapi lupa menelan bacaan pengantar.

dulu anak muda itu adalah aku
telah berganti ke tubuh baru
sebab waktu menolak berjalan lambat
tak ada jeritan didengarnya
sepi ramai tak dipedulikannya.

segala pintamu tak bisa kupilin
separuh saja belum. terisi penuh
menunggu kau bangun kembali
tapi itu mustahil mustahil mustahil
kau telah dibawa burung utusannya.

makassar, 2025

***

Tak Ada Tak Ada Tak Ada

pikirku telah menjadi asing.
air di sungai dingin itu melambai-lambai
ingin meraba hangat kulit ini.
ingin menampung lagi tubuh ini.

namun tempat masa
kecilku berbasah-basah  
telah ramai
popok, botol bekas, & benda-benda.

tak ada tak ada tak ada.
permukaan
________memunculkan keraguan
________bahkan memunculkan bahaya
________memunculkan hantu
makin menjauh kedalaman
menyentuh sepuluh jari kaki ini.

kepadaku
air menjerit
air menangis
air ingin ibu alam mendengar
kembalikan sungaiku dahulu.

barangkali ini satu dari sekian
alasan tuhan membentuk
kekuatan menahan air mata.
kenangan bukan untuk dijenguk
ulang. fix.

makassar, 2024

*) Image by istockphoto.com