KURUNGBUKA.com – Yang pernah menonton film akan mengingat tokoh yang menyeramkan tapi boleh dikagumi: drakula. Film-film mengenai drakula disukai anak-anak walau sempat ketakutan. Ada yang memilih membaca cerita-cerita drakula, inginnya mendapatkan efek yang lebih menakutkan. Konon, anak-anak suka uji nyali dengan segala yang menakutkan.
Banyak yang dibingungkan oleh anak-anak: drakula ada dalam sejarah atau drakula hanya ada dalam dongeng. Padahal, banyak buku yang menjelaskan dan mengisahkan drakula tapi tetap saja memberi bimbang untuk percaya itu fakta atau fiksi. Pada abad XXI, pesona drakula belum selesai. Berbeda pada abad XX yang lalu, drakula memang menjadi hiburan dunia.
Pada suatu hari, ada anak bernama Anton yang sakit cacar air. Proses penyembuhan dengan istirahat beberapa hari di rumah membuatnya bosan. Pada saat diperiksa dokter, Anton omong: “Ibu tidak suka memberi aku buku cerita yang paling kusukai dan tidak mau membelikannya.” Omongan yang membuat dokter penasaran tapi bikin ibunya jengkel.
Kita sedang membaca cerita berjudul Anton dan Si Drakula Cilik (1992) yang ditulis Angela Sommer-Bodenburg. Yang diinginkan ibunya: “Sudah berapa kali ibu bilang lebih baik membaca buku-buku ilmu pengetahuan! Tapi kalau kau memang benar-benar bosan, nanti sambil belanja ibu belikan buku cerita tentang drakula.” Anton bukan anak yang terobsesi pintar. Ia memiliki selera yang berbeda dengan anjuran ibu yang bijak.
Akhirnya, ibu benar membelikan buku cerita drakula. Anton sangat senang. Ia akan melawan bosan menanggungkan cacar air dengan drakula. “Jam-jam serasa terbang saja,” yang dirasakan Anton saat menikmati cerita-cerita dalam buku. Sakit itu jawabannya buku, tidak cuma obat dan nasihat.
*) Image by Bukunovel_bnc
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<











