“Therese, yang penggugup dan gelisah, merasa berkewajiban untuk memainkan sebuah peranan. Ia melakukannya dengan sangat sempurna, berkat latihan-latihan menahan diri yang dijalaninya saat tumbuh besar. Ia sudah berdusta selama lebih dari lima belas tahun, memendam seluruh hasrat yang ada pada dirinya dan mengerahkan tekadnya sekuat baja untuk berpenampilan tenang dan membosankan. Sama sekali tidak sulit baginya untuk membekukan sosoknya di balik kedok mati yang kaku. Setiap kali Laurent datang, Therese akan memasang tampang serius dan murung, hidungnya memanjang, dan bibirnya menipis. Ia tampak jelek, masam, dan tidak ramah.”
(Emile Zola, Therese Raquin, Gramedia Pustaka Utama, 2011)
KURUNGBUKA.com – Emile Zola sudah datang di Indonesia sejak lama. Pada masa ramainya, penerbitan novel-novel picisan di Indonesia, ada beberapa novel gubahan Emile Zola yang disadur secara sembrono. Maksud dari penerbitan novel saduran adalah mengeruk untung. Emile Zola, nama terkenal yang dianggap mampu mendongkrak penjualan buku. Namun, saduran itu mementingkan asmara dan berahi.
Akibatnya, selama bertahun-tahun, para pembaca di Indonesia mengenali Emile Zola dengan terbitan novel berukuran kecil dengan gambar sampul yang norak. Kita menganggap itu perendahan. Yang terjadi banyak yang membaca novelnya meski belum berhadapan dengan edisi terjemahan bermutu.
Pada suatu masa, Pustaka Jaya mulai menerbitkan novel gubahan Emile Zola. Selanjutnya, ada Jendela dan Gramedia yang merasa berkepentingan dengan novel-novel Emile Zola. Beberapa penerbit ikut merayakan Emile Zola agar dibaca orang-orang di Indonesia. Apakah kesan-kesan silam terus terbawa bagi yang mulai membaca dan menggemari Emile Zola?
Di novel yang berjudul Therese Raquin, pembaca memang menemukan geliat asmara dan gejolak berahi yang mengikutkan situasi rumit di Eropa, terutama Prancis. Kita yang membaca tidak sedang menikmati “roman picisan” bila mau membuat catatan dan cermat dalam mempertimbangan siasat bercerita Emile Zola. Bagi yang mau mengikutinya akan mengerti kekuatan Emile Zola dalam kesusastraan dunia.
Kita menemui Therese, tokoh yang sangat memikat. Pembaca sebenarnya belajar menjadi manusia dari ulah-ulahnya. Permainan sandiwara-sandiwaranya memukau untuk mengatasi pelbagai masalah dan menyuburkan konflik-konflik. Pengarang sedang memberi pesona pada sosok perempuan yang menentukan nasibnya tanpa alur yang jelas dan mulus. Ia mengerti jeratan-jeratan. Hidupnya mirip teka-teka silang yang ruwet. Salah dan ralat itu biasa. Yang kita bayangkan adalah kesanggupan menjawab dan “menghapus” agar hidup tidak berhenti.
Yang menegangkan tidak hanya asmara. Pembaca telanjur menikmati asmara yang rapi sekaligus kacau. Ada yang gemetaran mengimajinasikan situasi saat para tokoh bertemu dan berpisah. Pengarang seperti menempatkan pembaca di ruang-ruang berbeda agar tidak kehilangan tokoh-tokohnya. Yang terpenting lagi adalah pergolakan batin terus bermunculan.
Emile Zola mudah membuat pembaca terjebak dalam konflik-konflik yang disajikan secara “berlapis” dan “paralel”. Yang terbaca adalah kemahiran tokoh yang menghadapi tokoh-tokoh lain. Ada pengelabuan yang menimbulkan cerita-cerita saling berkaitan tapi selalu teka-teki. Mengapa hanya asmara yang mampu membuat cerita itu memikat?
Therese, tokoh yang terbaca adalah ketakjuban. Ia mengerti dirinya dalam jalinan dengan para tokoh. Apa yang dilakukan menyamarkan batas-batas kejujuran dan kebohongan, kebenaran dan kesalahan, kebahagiaan dan penderitaan. Ia menjalani hari-hari yang niscaya fiksi ketimbang percaya fakta-fakta. Maka, novel yang disuguhkan Emile Zola lumrah mendapatkan pembaca yang terseret penasaran, yang harus melewati halaman demi halaman. Novel yang mungkin “mudah” dan bertema basi tapi pembaca berhak merampungkannya dengan kesan-kesan getir. Pada akhirnya, usaha menjadi manusia adalah menghasilkan dusta-dusta dan mendapatkan secuil kebenaran.
*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<







