“Kita tentu tidak akan pernah tahu pasti berapa banyak buku yang hilang di lautan.”
(Fernando Baez, Penghancuran Buku dari Masa ke Masa, 2013)
KURUNGBUKA.com – Kita tidak sedang terbuai dengan cerita indah mengenai lautan. Yang ditulis Fernando Baez bukan berkaitan puisi-puisi heroik mengenai lautan. Sejak lama, kita mendapat warisan cerita-cerita dari pelbagai peradaban, yang menjadikan lautan itu misteri. Lautan yang agung, luas, dan elok tak selamanya memberi kebahagiaan. Laut kadang kematian atau kelenyapan, yang tercatat sebagai tragedi-tragedi selama ribuan tahun.
Pada suatu masa, lautan diceritakan sebagai tempat terburuk bagi buku-buku. Di sejarah yang panjang dan bergejolak, lautan bukan tempat terbaik untuk menyimpan buku-buku. Lautan malah menghancurkan, membuat buku-buku yang terbuat dari kertas kehilangan pesonanya. Kertas-kertas yang bertemu air. Nasib yang tidak beruntung. Buku-buku yang mula-mula mengapung tidak seindah perahu atau kapal. Buku-buku yang tenggelam bukan bacaan yang bisa terpegang tangan.
Yang disampaikan Fernando Baez adalah kejadian-kejadian buruk di lautan. Ratusan tahun yang lalu, kapal-kapal yang mengangkut manusia dan benda-benda biasa berhadapan dengan para perompak. Harta-harta diinginkan dengan siasat dan persenjataan. Buku-buku yang ikut dibawa kapal biasa menjadi korban yang sia-sia. Buku-buku yang dibiarkan hancur bersama kapal, tidak pernah sampai dermaga. Buku-buku itu hancur oleh air, berada di lautan untuk mati.
Keberadaan buku-buku di perpustakaan-perpustakaan di banyak tempat ditentukan rute-rute darat dan lautan. Buku yang berpindah tempat menempuhi jalur laut tanpa jaminan selamat. Badai dan perompak kadang menyelesaikan semuanya, tidak ada lagi pelayaran atau perjalanan yang menjadikan buku-buku ikut berpengaruh dalam arus peradaban. Buku-buku yang mengandung pengetahuan, iman, kekuasaan, dan segala hal mudah tamat di lautan.
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya terbaik penulis di Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<











