saat aku sakit
siapa yang mengobatiku di kala sakit,
aku sendirian di kota ini
uang cuma cukup untuk makan nanti
minta ke bapak amatlah segan
sebab laki-laki seharusnya
banting tulang di kota orang.
kota ini sibuk oleh orang sakit
kebisingan disebabkan oleh mereka
sirine ambulans tak henti-hentinya ku dengar
begitu juga mobil polisi, ada kejahatan apa lagi?
terkadang ambulans dan mobil polisi sama saja:
menghidupkan sirine tanpa ada yang dibawa
biar mereka cepat sampai ke tujuan
apakah perut sudah lapar atau
isi perut yang minta dikeluarkan?
tapi aku sudah terbiasa dengan kebisingan
kebisingan di dalam kepalaku lebih luar biasanya lagi:
molotov meledakkan isi kepalaku; lagi, lagi, & lagi.
keinginanku untuk hari besok hanyalah kewarasan,
waktu luang dimanfaatkan dengan maksimal.
2022-2025
***
tak dapat dipercaya
tak seharusnya kita di sini.
kita balik ke kamar sewa,
kemudian ngobrol sampai pagi.
itu yang kau ucapkan tadi
sebelum ke sini.
saat sebotol anggur dihadapkan padamu
kau tidak mengingat perkataanmu tadi,
kau sama saja dengan
sejarawan yang dibayar untuk
merevisi sejarah:
tak dapat dipercaya.
aku sendiri menanggung seluruh keluh-kesahmu
sampai kau mulai menceramahiku,
aku yang tak mabuk bak seorang pendosa
di antara para darwis yang tengah
menghisap hasis tuk bertemu wujud
ilahi.
aku hanya dapat melihatmu,
botol-botol anggur sudah kosong
potongan hasis disimpan dalam kantong.
aku tak berpikir lagi berapa banyak tembok
yang akan kita kotori malam ini
yang kupikirkan sekarang adalah
membawamu kembali ke kamar sewamu
namun badanmu begitu berat,
di toilet ini kau sudah lemas
kuning raya muntahanmu
mengenai kakiku.
kuharap, kau meminta maaf pada malam.
kuharap, kau meminta maaf pada diri sendiri.
2025
*) Image by istockphoto.com








Wah, puisi kamu bener-bener nyentuh hati! Kamu berhasil menggambarkan betapa kerasnya hidup di kota besar, tapi tetep ada harapan buat cari kedamaian. Kamu sendirian, tapi kamu kuat!
Bagian yang paling kuat buatku adalah “keinginanku untuk hari besok hanyalah kewarasan, waktu luang dimanfaatkan dengan maksimal”. Kamu udah melewati hari ini, dan kamu punya harapan buat esok yang lebih baik.
Kamu juga berhasil menggambarkan kebisingan kota yang bikin gak enak, tapi kamu tetep bisa cari ketenangan di tengah-tengah itu semua. Kamu inspiratif banget! Keep writing, ya!