“Ranjang milik Paulina del Valle dipesan dari Florensia, setahun sesudah Victor Emmanuel dimahkotai sebagai raja, ketika dalam kerajaan baru Italia itu bunyi peluru Barlbald masih bergema. Dengan kondisi dipreteli ranjang itu menyeberangi Samudra dalam sebuah kapal Genoa, tiba di New York di tengah-tengah pemogokan berdarah, lalu dipindah ke salah satu kapal uap perusahaan angkutan milik kakek-nenekku dari pihak ayah, Rodriguez de Santa Cruz, orang-orang Chile yang menetap di Amerika Serikat… Kepada lelaki yang hidupnya berisi laut, ufuk, dan garam inilah jatuh tugas untuk memindahkan ranjang Florensia di lambung kapalnya itu ke sisi lain benua Amerika. Ia harus menembus blokade Yankee dan serangan pasukan Konfederasi, berlayar sampai ke batas selatan Samudra Atlantik, melintasi perairan berbahaya Selat Magellan, memasuki Samudra Pasifik, dan sesudah singgah sebentar di beberapa pelabuhan Amerika Selatan, mengarah haluan ke California utara, haluan kencana purba itu.”

(Isabel Allende, Portrait in Sepia, Gramedia, 2012)

KURUNGBUKA.com – Kita mengingat akhir abad XIX. Yang diceritakan adalah benda, yang biasanya memuliakan tidur. Isabel Allende mengisahkan ranjang tapi para pembacanya bergerak jauh. Ranjang itu menjadi “sebab” pembaca mencari pengetahuan sejarah di pelbagai tempat. Artinya, ranjang bukan sekadar benda untuk orang yang tidur. Di novel Portrait in Sepia, ranjang adalah rekaman sejarah di pelbagai tempat.

Yang memulai membaca novel gubahan Isabel Allende boleh tercengang bahwa pembukaannya adalah perempuan dan ranjang. Yang menginginkan adalah perempuan yang berkuasa dan berlimpahan uang di Amerika Serikat. Ranjang yang dibelinya mencipta “mitos” yang melibatkan banyak pihak. Pembelian di Italia bukan cuma kesombongan atau kekuatan uang. Ia menginginkan yang sempurna untuk dirinya. Apakah hanya masalah tubuhnya yang mau berbaring atau tidur?

Ingatlah, ranjang melampaui tidur! Di novel, kita mengetahui alur yang sulit. Ranjang untuk tubuhnya mesti melewati tempat-tempat yang sedang menggelar sejarah. Jadi, Paulina del Valle sebenarnya mencipta sejarah dari hasrat tubuhnya dan kehendaknya. Maka, yang direpotkan agar ranjang itu bisa berada di rumahnya adalah orang-orang yang memiliki kekuatan, keberanian, dan kepatuhan.

Berapa harga ranjang? Apa yang menjadikan istimewa sehingga membelinya di Italia? Kita tidak akan rampung membuat pertanyaan sampai Paulina membuat kelakar ranjang sebagai pertunjukan di kota. Yang sulit dijawab adalah kepentingan terlicik dalam pembelian dan kepemilikan ranjang. Pembaca menghadapi perempuan yang mahir dalam olahan naskah sandiwara dan penyutradaraan.

Ranjang naik kapal, menempuh pelayaran yang jauh, berhari-hari. Ranjang yang tidak dijanjikan selamat. Namun, akhirnya ranjang berhasil sampai ke kota setelah beragam kejadian yang mengerikan dan berbahaya. Ranjang yang selamat. Kita menduga kehendak Paulina yang menjadikan ranjang itu menemukan takdirnya di Amerika Serikat.

Padahal, ranjang selama perjalanan bersinggungan dengan peristiwa-peristiwa sejarah di Eropa dan Amerika. Ranjang dalam kesaksian, yang membuat Isabel Allende membujuk pembaca ikut melek sejarah ketimbang membayangkan bentuk dan harga ranjang. Pada ranjang yang bergerak, ada peristiwa-peristiwa minta penjelasan sejarah.

Berapa ongkos yang harus dikeluarkan demi memiliki dan berada di ranjang? Kita tidak harus menggunakan akal. Yang diinginkan adalah perwujudan hasrat, yang membuat orang-orang memiliki peran dan pemaknaan. Namun, yang paling diinginkan Paulina adalah ranjang menjadi simbol kemarahan dan keangkuhan dalam meledek suaminya yang berselingkuh.

Kita membaca cerita yang fantastis. Bagaimana ranjang memberi kepuasan atas sakit hati dan keinginan menyiksa pihak-pihak yang telah menimbulkan masalah? Maka, pembaca yang menikmati alur ranjang berakhir dalam kegelian yang absurd. Perjalanan jauh ranjang itu mencipta lelucon nasib dan ketragisan yang picisan.

*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<