KURUNGBUKA.com, JAKARTA – Kiprah atlet BMX asal Indonesia, Heru Anwari, yang kembali menjalankan kontrak tur Amerika Utara pada 2026 mendapat perhatian dari Asosiasi BMX Indonesia (ABI). Ketua Umum ABI, Firman Kurniawan, menilai perjalanan Heru menjadi bukti bahwa olahraga BMX tidak hanya dapat berkembang di arena kompetisi, tetapi juga mampu menembus industri seni pertunjukan internasional.

Firman mengatakan dirinya mengikuti perjalanan Heru sejak awal berkarier hingga akhirnya dipercaya bergabung dalam jaringan pertunjukan internasional 360ALLSTARS bersama ONYX Productions dan IMG Artists. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi sesuatu yang membanggakan karena Heru merupakan salah satu rider BMX Asia yang mampu dilirik dalam proyek pertunjukan kelas dunia itu.

“Heru memberi warna baru untuk BMX Indonesia. Di antara atlet BMX Asia, hanya sedikit yang bisa mendapat kesempatan seperti ini. Ia bukan hanya tampil sebagai atlet, tetapi juga mampu berkolaborasi dengan seniman dari berbagai negara dan membawa identitas Indonesia di atas panggung internasional,” ujar Firman.

Heru diketahui kembali menjalani rangkaian tur di berbagai kota Amerika Serikat dan Kanada pada 2026. Ini menjadi tahun ketiga berturut-turut dirinya tampil dalam pertunjukan urban circus berkonsep street culture yang memadukan BMX flatland, breakdance, beatboxing, musik, hingga seni sirkus modern.

Bagi ABI, perjalanan Heru menjadi contoh bahwa olahraga dapat berkembang lintas disiplin dan membuka peluang profesi baru bagi generasi muda. Firman menilai pendekatan kreatif seperti yang dilakukan Heru dapat menjadi cara efektif memperkenalkan BMX kepada anak-anak sejak dini.

Saat ini ABI sendiri aktif menjalankan berbagai program pengenalan BMX kepada masyarakat melalui kegiatan seperti ABI Go To School, partisipasi di Car Free Day, hingga kegiatan komunitas dan sekolah.

“Kami ingin olahraga BMX tidak hanya dipandang sebagai hobi atau berhenti ketika seseorang selesai menjadi atlet. Heru membuktikan bahwa BMX bisa berkolaborasi dengan seni, hiburan, dan berbagai profesi kreatif lainnya,” katanya.

Firman bahkan berharap konsep pertunjukan seperti yang dijalankan Heru bersama 360ALLSTARS suatu saat dapat diterapkan di Indonesia. Menurutnya, hal itu penting untuk menyambut bonus demografi Indonesia pada 2045 dengan membuka ruang kreativitas dan ekspresi positif bagi generasi muda.

Ia menilai dampak yang diberikan Heru juga sangat besar terhadap anak-anak yang menyaksikan pertunjukannya. Dalam setiap penampilan, BMX tidak hanya ditampilkan sebagai olahraga ekstrem, tetapi juga sebagai medium hiburan edukatif yang mampu menginspirasi penonton untuk berani bermimpi dan mengembangkan potensi diri.

“Bayangkan jika olahraga seperti ini dikenalkan sejak kecil dan diarahkan dengan baik. Anak-anak bisa melihat bahwa dari olahraga mereka dapat berprestasi, dikenal dunia, bahkan ikut memperkenalkan budaya Indonesia ke tingkat internasional,” lanjut Firman.

Selama lima tahun terakhir, Heru Anwari aktif tampil di berbagai gedung seni pertunjukan internasional di Australia, Selandia Baru, Qatar, Bahrain, Amerika Utara, hingga kawasan Timur Tengah. Bersama 360ALLSTARS, ia menjadi bagian dari pertunjukan keluarga berskala internasional yang dapat menghadirkan ribuan penonton dalam satu kali show, sekaligus menjalankan workshop dan sesi edukasi di sekolah maupun universitas.

Menurut Firman, keberhasilan Heru menunjukkan bahwa proses pemasalan olahraga di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang hingga ke panggung dunia jika dikemas secara kreatif dan relevan dengan generasi muda masa kini. (rls/dhe)