“Suaminya mengatakan hal-hal yang paling melankolis, tetapi perempuan itu memperhatikan bahwa secara langsung usai suaminya mengatakan kata-kata itu, laki-laki selalu tampak lebih ceria daripada biasanya. Semua pembuatan frase ini adalah permainan, pikirnya, karena jika dia mengatakan setengah dari apa yang dikatakannya, otaknya akan hancur sekarang.”

(Virginia Woolf, To the Lighthouse, Diva, 2023)

KURUNGBUKA.com – Yang terjadi adalah hubungan terikat perasaan, selain kata-kata. Suami dan istri mencapai perjalanan yang (cukup) jauh dibekali kata-kata, yang diucapkan dan didengar. Banyak kata yang berulang, mudah diingat dan ditandai untuk bermakna. Ada yang muncul hanya sebagai selingan tapi memberi kesan dalam mendefinisikan situasi pasangan. Pada kata-kata ada yang bisa dipegang dan dipercaya. Namun, kata-kata yang biasa menghubungkan suami dan istri akhirnya memungkinkan memuat dusta di atas dusta.

Ada pula yang selamanya samar. Usaha untuk memberi dan menerima kta bisa menghilangkan maksud, menyembunyikan yang seharusnya dimiliki bersama pengertiannya. Yang mengalami hidup bersama dengan kata-kata dibolehkan bergantian untuk percaya dan ragu. Kata-kata memang bukan yang paling menentukan untuk mengetahui diri dan bersama.

Di novel yang ditulis Virginia Woolf, kita sebenarnya tidak sedang memasalahkan sekadar kata. Yang diceritakan justru situasi batin, yang tidak memadai disampaikan dengan kata-kata. Posisi suami dan istri bisa menimbulkan jeratan pikiran atau pergolakan yang mengejutkan. Artinya, apa-apa yang dikatakan bila sudah diterima dalam pendengaran tidak harus diakui sebagai bahasa saja.

Pada saat melihat pasangan, yang dibangkitkan adalah masa lalu. Yang terjadi adalah urutan atau alur saat bersama itu terpelihara oleh bahasa sekaligus mengalami babak belur. Maka, kata-kata yang mengiringi untuk bersama niscaya mengandung konflik-konflik yang tersembunyi atau terbuka. Pada situasi yang tidak selalu sama, kata-kata kadang “membunuh”. Ada pula yang malah seperti menghidupkan lagi. Kata-kata yang melebihi dari pemulihan.

Yang mau memberi perhatian saat kata-kata diucapkan berarti menyelaraskan bahasa dan raga, yang memiliki latar dan suasana. Jadi, bicara atau percakapan bukan pembuktian masih bersama. Yang memberi tanda agar erat atau renggang adalah kata-kata yang saling dihadirkan, yang mampu dipegang atau mrucut.

Pembaca yang terbiasa dengan cerita gubahan Virginia Woolf atau membaca biografinya akan berhati-hati dalam mengikuti permainan cerita. Pada paragraf yang membuat kita merenungi kata-kata, yang diminta menjadi sasaran adalah suami dan istri. Pembaca menyadari mereka menjadi tokoh-tokoh yang membuat fiksi makin bertumpuk-tumpuk maksud.

Yang menanggapi istri atau suami ditempatkan sebagai penyimak, yang situasi bergonta-ganti. Pembaca hanya mengetahui sedikit kata-kata dari mereka. Cerita tidak mengharukan mencantumkan semua kata agar pembaca dapat membedakan kata sifat, kata benda, atau kata kerja. Kepentingan mengikuti cerita adalah menyadari pasang-surut kata bila berpamrih menyatakan sahnya kebersamaan suami-istri.

Virginia Woolf bukan memberi misteri atau gurauan. Kemauannya bercerita tidak memaksa pembacanya berkamus. Artinya, membaca yang tertulis dengan kesibukan membuat pengertian-pengertian. Yang mudah dipahami kadang menjauhkan dari cerita. Namun, penasaran dan curiga yang diajukan mungkin menjadikan pembaca “celaka” dalam keinginan memasuki pengalaman tokoh-tokohnya.

Kesantunan pembaca untuk tidak “terlalu” mengganggu hadirnya suami dan istri mengondisikan peran untuk “mengitip” atau “mengikuti” sejenak saja. Yang dipentingkan saat mengetahui bahwa suami-istri itu masih percaya kata adalah bergeraknya cerita yang terang atau tiba-tiba terasa kabur. Pembaca ikut “bergabung” dalam kepentingan dan durasi yang terbatas, yang menghindari sensus kata dan merecoki makna-makna yang sedang dibentuk atau dibuang oleh suami atau istri.

*) Image by dokumentasi pribadi Bandung Mawardi (Kabut)

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<