KURUNGBUKA.com – Di pergaulan bersama teman-teman, anak mengetahui jalan dan rumah. Anak juga mencoba menyusun peta di kepalanya dalam menentukan pergi dan pulang untuk bermain. Pada masa bertumbuh, anak belajar tentang jalan. Raganya berakraban dengan jalan-jalan yang membuatnya mengerti arah dan mudah menuju alamat yang dituju.
Para pembaca Anton dan Si Drakula Cilik (1992) yang ditulis Angela Sommer-Bodenburg mengenali Anton yang sadar tentang dirinya, jalan, pohon, dan teman. Beragam hal yang dipelajari saat ia melihat peta. Sejak dulu, peta adalah petunjuk yang penting sekaligus menantang orang menyingkap kebenaran. Anton perlahan belajar peta dan realita.
Yang diceritakan: “Anton mengamati peta itu sambil berpikir keras. Ada tiga buah jalan di situ: Jalan Kenari, Jalan Palem, dan Jalan Cemara. Ia memejamkan mata dan berpikir. Apakah nama-nama jalan itu bisa merupakan petunjuk?” Ia mengingat dan berpikir agar ada pembukitan bahwa penamaan jalan berdasarkan adanya pohon-pohon. Anak yang sedang menyatakan kebenaran.
Anton ingin pergi bermain ke rumah teman-teman. Artinya, ia akan melewati jalan-jalan yang namanya berdasarkan nama pohon. Keberhasilan mengingat dan membuktikan menjadikan Anton merasa menjadi ahli pepohonan. Ia memang belajarnya dari peta dan pengalaman. Anton berpikir pohon-pohon dalam kebenaran penamaan jalan. Yang mula-mula membuatnya serius adalah peta yang terbuka.
Namun, Anton belum bermaksud menekuni ilmu peta atau mencipta peta yang mengesahkannya sebagai ahli pohon. Yang disadarinya adalah peta merangsangnya berpikir banyak hal yang ternyata asyik.
*) Image by Bukunovel_bnc
Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya penulis terbaik dari Indonesia. Khusus di kolom ini, dukunganmu sepenuhnya akan diberikan kepada penulisnya. >>> KLIK DI SINI <<<












