KURUNGBUKA.com, SERANG – Komunitas Literasi Rumah Dunia akan menggelar perayaan Hari Buku Sedunia atau World Book Day 2024 pada 27-28 April nanti. Akan ada 100 buku yang siap diluncurkan dalam kegiatan tersebut.

Menurut Hilal Ahmad, Ketua Panitia World Book Day 2024, peringatan World Book Day kembali digelar setelah sebelumnya sempat vakum sejak pandemi Covid-19 melanda tahun 2020 dan baru akan digelar lagi pada 2024 ini. Artinya, peringatan World Book Day yang biasa digelar setiap tahun sempat vakum selama empat tahun akibat Covid-19.

“Ini adalah WBD (World Book Day-red) pertama setelah pandemi Covid-19,” kata Hilal, Minggu, (11/02/2024).

Hilal mengatakan, World Book Day adalah salah satu acara untuk merayakan buku, salah satunya merayakan buku-buku yang baru terbit. Namun selama pandemi Covid-19 kegiatan World Book Day sempat mati suri yang menyebabkan perayaan penerbitan buku juga terhenti.

Karena itu, 100 buku yang akan diluncurkan nanti bukan hanya merupakan buku-buku terbitan tahun 2024 melainkan juga terbitan tahun 2020 hingga 2024 yang mungkin saja belum sempat dirayakan saat diterbitkan. “Penulisnya juga bukan hanya dari Banten tapi juga dari luar Banten,” ujar Hilal.

Hilal meminta para penulis yang sudah menerbitkan buku pada rentang waktu 2020 hingga 2024 untuk bisa bergabung dalam perayaan buku tahun ini. Sebab hingga saat ini panitia baru mendapatkan 35 buku dari target 100 buku yang akan diluncurkan pada puncak perayaan World Book Day 2024.

“Buat para penulis di Banten ayo daftarkan bukunya untuk di World Book Day 2024,” ujarnya.

Hilal mengatakan, selain berisi acara peluncuran buku, World Book Day 2024 juga akan diisi sejumlah kegiatan, seperti bazar buku murah, lomba vlog, lomba mewarnai, dan lain-lain.

World Book Day 2024 menjadi ajang untuk mengingat kembali pentingnya buku (cetak). Di saat masyarakat saat ini lebih banyak mengakses sesuatu yang serba digital, hendaknya juga tidak meninggalkan hal-hal fisik, seperti buku fisik.

Peringatan World Book Day 2024 sendiri akan difokuskan di Rumah Dunia yang berlokasi di Ciloang, Kota Serang.

Gol A Gong, salah satu pendiri Rumah Dunia, mengatakan, perayaan World Book Day merupakan upaya menyeimbangkan antara dunia maya internet yang dipenuhi dengan narasi pileg dan pilpres dengan dunia nyata dalam upaya propaganda baca tulis.

World Book Day juga upaya untuk menyela perbincangan yang selama beberapa waktu terakhir dipenuhi oleh perbincangan tentang pemilu.

Dia pun meminta para kontestan pemilu tidak hanya mau mengeluarkan uang untuk kekuasaan melainkan juga untuk dunia literasi baca dan tulis. “Jangan beli kursi aja dong, beli buku juga,” kata Gol A Gong berkelakar. (thr/dhe)

Dukung Kurungbuka.com untuk terus menayangkan karya-karya terbaik penulis di Indonesia dan membagikan berita-berita yang menarik lainnya. >>> KLIK DI SINI <<<