KURUNGBUKA.com, SERANG – Karya visual menjadi sangat efektif dalam proses penyampaian pesan kepada khalayak ramai. Hal itu pun menjadi dasar bagaimana dua sosok creative person ini dalam membuat karya komik nyentrik dan membalutnya menjadi peran yang asyik dalam film.

Dua orang itu tidak lain adalah Film Maker Rambat Randi Ahmad dan Explicit Art Okky Andrian Lola. Di “Creative Leaders: Komik Nyentrik & Peran Asik” batch #5, mereka secara gamblang menyebutkan bahwa dunia kreatif memiliki dampak yang cukup signifikan dalam kehidupan.

Lebih jelas, Rambat mengatakan bahwa dunia kreatif, salah satunya adalah film merupakan penggerak ekonomi untuk semua lini. Hal itu terlihat dari apa yang terjadi seperti dalam situasi pandemi ini. Namun, dalam prosesnya, menurut Rambat film harus tetap berjalan dengan catatan tetap mengikuti alur prokes.

“Untuk film dampaknya cukup besar. Karena sejak produksi sampai tayang mengundang banyak orang. Sementara pandemi ini dilarang berkerumun. Hampir semua sektor saya pikir sama-sama stuck. Apalagi kita di film, setelah ada kebijakan lockdown di project yang baru syuting 3 hari mesti di stop sampai empat bulan pending. Bahkan bioskop sempet tutup, jadi itu pengaruh besar banget buat sineas di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Rambat, akhirnya mereka menyesuaikan kondisi, boleh syuting tapi mesti rapid/antigen swab. “Kru terbatas, dan mesti pakai masker serta prokes ketat. Awal-awal cukup terganggu karena tidak terbiasa dan menyulitkan. Tapi daripada nggak syuting jadi yaudah kita ikuti,” tuturnya saat diskusi yang disiarkan melalui live Instagram @fekrafbanten, Jumat (30/7/2021).

Namun demikian, menurut Rambat, meski terinterupsi dengan pandemi, Rambat tetap bermimpi untuk mengangkat karya-karya film bagus terutama yang bisa mengenalkan lokalitas daerah tertentu.

“Saya lahir di Kramatwatu,  Serang, tapi SMP-SMA di Bandung, kuliah di Jakarta. Bakal ada juga film lokasi di Banten dan pakai bahasa daerah, ‘Yuni’ judulnya dan banyak temen dari Banten yang dilibatkan,” katanya.

Sementara itu, Okky mengatakan bahwa pengalaman, terutama pengalaman di masa pandemi seperti saat ini bisa menjadi bahan kreatif baginya. “Gue pikir lucu aja gitu kalo becandaan gue dibikin jokes dalam bentuk komik. Kebanyakan pengalaman sendiri sama dari temen-temen,” katanya.

Adapun proses kreatif yang dilakukannya adalah penciptaan karakter spontan, termasuk nama namanya. “Tapi karakteristiknya tuh menggambarkan anak muda zaman sekarang. Semuanya berdasarkan apa yang diobservasi aja biar relate. Kunci biar karya kita disukai orang usahakan relate sama pembaca atau pasarnya,” ujar Okky.

Okky menambahkan, dalam dunia kreatif tidak bisa santai dan harus tetap mengikuti alur perubahan di dunia maya dan nyata. “Gue sih ke depannya pengen bikin animasi gitu tapi kalo sekarang semua masih di handle sendiri. Pembuatan satu animasi bisa lama banget, ngegambar aja lama. Gua udah empat tahun tapi biar nggak ketinggalan nanti bakal terus mengupgrade komik gua sih,” ungkapnya.(dhe/lmr)